Jumat, 28 Januari 2022

Ketika Presiden Jokowi Paparkan Soal Mekaar PNM di KTT G20 Italia

Presiden Jokowi menyebut program PNM yakni Mekaar dalam KTT G20 di Roma, Italia, pada Sabtu 30 Oktober 2021.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Insan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM tentu berbunga-bunga. Pasalnya, jerih payah yang dilakukan jajaran perusahaan itu mendapatkan perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan lebih dari itu. Presiden Jokowi secara khusus menyebut salah satu program PNM yakni Mekaar dalam pertemuan pemimpin dunia yakni di Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) di Roma, Italia, pada Sabtu 30 Oktober 2021.

Program Mekaar dipaparkan Presiden Jokowi ketika berbicara pada side-event KTT G20 yang membahas soal usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan bisnis milik perempuan yang digelar di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu 30 Oktober 2021.

Presiden Jokowi menyebut nasabah Mekaar dari PNM sudah mencapai 10,4 juta nasabah dengan total pembiayaan mencapai US$1,48 miliar dan non-performing financing (NPF) hanya 0,1%.

Mekaar adalah layanan permodalan berbasis kelompok yang dipertuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha.

Program tersebut mulai dirilis PNM pada  2016. Sampai dengan akhir 2017, nasabah Mekaar mencapai sekitar 2 juta nasabah. Tahun-tahun berikutnya, angka tersebut naik signifikan sehingga mencapai angka 10,4 juta pada September 2021.

Total pembiayaan US$,148 miliar dan NPF 0,1%, menurut Presiden Jokowi, menjadi bukti bahwa kaum perempuan memiliki kemampuan mumpuni untuk mengelola dana.

“Dalam Bahasa Inggris, Mekar berarti to grow, to blossom. Merupakan simbol semangat bagi tumbuh berkembangnya peran ekonomi perempuan,” ungkap Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan Indonesia pun meluncurkan dana US$1,1 miliar untuk Program Produktif Usaha Mikro yang 63,5% penerimanya adalah pengusaha perempuan.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menekankan peran pentik UMKM dan kaum perempuan dalam perekonomian nasional. Bagi Indonesia, UMKM adalah sendi utama perekonomian.

Indonesia kini memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional.

Pada saat yang sama, 64 persen pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan sehingga bagi Indonesia, memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan.

BERTAHAN SAAT PANDEMI

UMKM juga menunjukkan ketangguhan yang cukup tinggi di tengah pandemi. Untuk itu, Presiden Jokowi menyebut bahwa G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui sejumlah aksi nyata.

Pertama, meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami telah mencapai 81 persen dan kami targetkan mencapai 90 persen di tahun 2024.”

Aksi nyata kedua yakni mendukung transformasi ekonomi UMKM. Menurut Presiden Jokowi, digitalisasi adalah key enabler.

Lokapasar atau e-commerce menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa pandemi dengan nilai yang akan mencapai US$24,8 miliar tahun ini.

“Selama pandemi, 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk bagi 54% UMKM perempuan,” tambah Presiden Jokowi seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, www.setkab.go.id.

Lebih jauh Presiden Jokowi menyebut bahwa keberpihakan G20 harus nyata bagi digitalisasi UMKM dan perempuan.

Dukungan tersebut berupa pembangunan infrastruktur digital dan kerja sama teknologi, perluasan konektivitas digital secara inklusif, serta peningkatan literasi digital pelaku UMKM.

“Transformasi UMKM akan semakin kuat apabila didukung berbagai kebijakan strategis tersebut. Kami di Indonesia terus lakukan berbagai upaya mendukung UMKM seperti kemitraan BUMN dengan UMKM, kemudahan izin usaha, dukungan inkubasi bisnis, penguatan koperasi dan lainnya,” jelasnya.

Berbagai langkah strategis tersebut telah membawa hasil nyata yakni ekonomi Indonesia tumbuh 7,07% pada triwulan II tahun ini. Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran mulai menurun dan nilai ekspor tumbuh 37,7%.

“Dengan terus membaiknya situasi pandemi di Indonesia, positivity rate di bawah 1%, vaksinasi dosis pertama capai 53,62%, dan vaksinasi dosis lengkap capai 31,50%, insya Allah pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan. Tugas kita, memastikan pemulihan ini dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Recover together, recover stronger,” ungkap Presiden.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam keterangannya menjelaskan bahwa dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo merupakan salah satu dari empat pembicara yang diundang selain Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Ratu Maxima dari Belanda, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Memberdayakan UMKM dan perempuan adalah kebijakan sentral dalam percepatan pencapaian SDGs di Indonesia menurut Presiden,” kata Menlu di Hotel Splendide Royal, Roma.

Terpopuler
Terbaru

Jungkook Gokil! Salah Sebut, Restorannya yang Ganti Nama 

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Jungkook BTS salah menyebut Chipotle menjadi Chicotle, bukan membenarkan penyebutannya, malah restoran itu yang ganti nama.  Jungkook...