Rabu, 21 Februari 2024

Kasus Baru Covid-19 di DKI Jakarta Terus Melonjak!

Selama 5 hari di tahun 2022 ini, penambahan kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta selalu di atas 100 kasus.

Hot News

TENTANGKITA, JAKARTA – Selama 5 hari di tahun 2022 ini, penambahan kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta selalu di atas 100 kasus.

Bahkan kenaikan selama  24 jam sampai dengan 5 Januari 2022 sudah di atas angka 200 tepatnya 259 kasus baru.

Padahal, pada 4 Januari kemarin, penambahan kasus baru di DKI Jakarta sebanyak 115 kasus.

Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan kasus baru pada 3 Januari yang berjumlah 150 kasus baru.

Sementara itu, pada 2 Januari ada penambahan sebanyak 102 kasus baru, dan pada 1 Januari sebanyak 118 kasus.

Dengan penambahan kasus baru itu, total kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sampai dengan 5 Januari berjumlah 866.064.

Kasus baru di DKI Jakarta sebanyak 259 kasus berarti berkontribusi 64,1 persen dari total penambahan kasus baru di Indonesia yang berjumlah 404 pada 5 Januari 2022.

Kasus Covid-19 DKI Jakarta

VAKSIN BOOSTER

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan pelaksanaan pemberian vaksin booster atau vaksinasi dosis 3 dimulai pada 12 Januari 2022.

Berikut ini beberapa kriteria umum penerima prioritas vaksin booster atau vaksinasi dosis 3 baik yang gratis maupun berbayar:

  1. Warga lanjut usia (Lansia)
  2. Memiliki riwayat penyakit atau komorbid
  3. Memiliki gangguan imunitas atau autoimun
  4. Vaksin booster diberikan secara gratis kepada warga yang telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
  5. Warga yang bukan peserta PBI BPJS Kesehatan harus membayar untuk mendapatkan vaksin booster.

Syarat Penerima Vaksin Booster atau Vaksinasi Dosis 3

  1. Sudah lewat dari 6 bulan setelah disuntikkan dosis kedua vaksin Covid-19
  2. Usia 18 tahun ke atas yang tinggal dalam pengaturan perawatan jangka panjang, memiliki kondisi medis yang mendasarinya
  3. Bekerja atau tinggal di lingkungan berisiko tinggi terkena paparan Covid-19.

Jenis Vaksin Dosis 3 atau Booster yang Sedang Dikaji BPOM:

  1. Pfizer
  2. AstraZeneca
  3. Sinovac
BACA DEH  Varian Omicron: Indonesia Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri

STOK VAKSIN

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan bahwa vaksin booster diberikan kepada kabupaten/kota yang mencatatkan capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen dan dosis kedua 60 persen.

“Kami identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini. Sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujar Menkes Budi Sadikin.

Dia menjelaskan hal itu dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 3 Januari 2022, seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Saat ini, kata Menkes Budi Sadikin, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis.

Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, akan diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” tuturnya.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Penyaluran Bansos KLJ, KAJ, KPDJ, KPARJ 2024, Cek Prediksi Ini

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Bansos dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada warga Jakarta pemegang KLJ, KAJ, KPDJ, dan KPARJ ...