Kamis, 7 Juli 2022

Singapura Temukan Dua Kasus Covid-19 Varian Omicron!

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan dua kasus impor Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Negeri Singa tersebut.

Dalam pernyataannya, Kemenkes Singapura mengungkapkan dua kasus itu melibatkan pria berusia 44 tahun dan perempuan 41 tahun. Keduanya diketahui sempat berada Johannesburg, Afrika Selatan.

Keduanya sudah divaksinasi lengkap. Kasus tersebut kini ditangani oleh National Center for Infectious Diseases (NCID) dan mereka dalam masa pemulihan.

Dua orang itu mengalami gejala ringan berupa batuk dan tenggorokan gatal. Mereka diisolasi ketika tiba di Singapura pada 1 Desember. Keduanya tidak berinteraksi di masyarakat.

“Saat ini tidak ada bukti penularan komunitas dari kasus-kasus ini,” kata pernyataan Kemenkes Singapura seperti diberitakan media negeri itu pada 2 Desember 2021.

Pada kasus pria berusia 44 tahun diketahui yang bersangkutan datang dari Mozambik yang transit melalui Johannesburg. Sebelum berangkat ke Mozambik yang bersangkutan sudah melakukan tes pada 29 November dan hasilnya negatif infeksi Covid-19.

Kasus kedua, perempuan 41 tahun, tiba ke Singapura dari Afrika Selatan pada 1 Desember. Hasil tes prakeberangkatan yang bersangkutan ke Johannesburg pada 29 November juga negatif Covid-19.

Sesampainya di Singapura, kedua orang tersebut menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) lantas segera dibawa ke fasilitas khusus Stay-Home Notice (SHN) untuk diisolasi sambil menunggu hasil tes mereka. Setelah terkonfirmasi infeksi Covid-19, mereka diserahkan ke NCID.

Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melakukan pengurutan seluruh genom untuk mengonfirmasi varian tersebut.

Varian Omicron, Ini Fakta-fakta Terbaru yang Harus Diketahui

Pelacakan kontak sedang berlangsung. Semua 19 penumpang lain yang datang dengan penerbangan yang sama telah dites negatif untuk infeksi Covid-19.

Mereka dikarantina di bawah SHN di fasilitas yang ditunjuk pada saat kedatangan dan menjalani uji mencakup tes PCR saat kedatangan dan tes PCR keluar SHN.

Kontak dekat lainnya dari kasus ini, jika ada, akan ditempatkan di karantina selama 10 hari dan menjalani tes PCR pada awal dan akhir karantina mereka.

Semua pasien yang dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi varian Omicron akan dibawa ke NCID untuk isolasi dan manajemen klinis.

Pihak berwenang mengatakan pemulihan di rumah tidak diperbolehkan untuk kasus Covid-19 varian Omicron.

PERINGATAN WHO

- Advertisement -

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.

Situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta.

“Dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529. Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021,” demikian penjelasan WHO yang dipublikasikan pada Jumat 26 November 2021.

Varian Omicron memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. WHO menjelaskan bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan Variant of Concern (VOC) lainnya.

“Jumlah kasus varian ini tampaknya meningkat di hampir semua wilayah di Afrika Selatan. Diagnostik PCR SARS-CoV-2 saat ini terus mendeteksi varian ini. Beberapa laboratorium telah menunjukkan bahwa untuk satu tes PCR yang banyak digunakan, salah satu dari tiga gen target tidak terdeteksi (disebut dropout gen S atau kegagalan target gen S),” ungkap WHO seperti dikutip www.covid19.go.id.

NASIHAT USTADZ ADI HIDAYAT: Ini Doa Nabi Isa yang Amat Menyentuh (UAH)

Oleh karena itu, WHO mengungkapkan tes ini dapat digunakan sebagai penanda untuk varian Omicron sambil menunggu hasil dari sekuensing (metode untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2).

“Dengan menggunakan pendekatan ini, varian ini telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan,” ungkapnya.

Karenanya, berdasarkan bukti-bukti yang sudah ada, WHO menetapkan varian Omicron sebagai VOC. VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Sebelum Omicron, WHO telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VOC.

Dengan demikian, WHO meminta agar negara-negara untuk meningkatkan upaya pengawasan dan pengurutan untuk lebih memahami varian SARS-CoV-2 yang beredar.

“Individu diingatkan untuk mengurangi risiko COVID-19, termasuk kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang terbukti seperti mengenakan masker yang pas, kebersihan tangan, menjaga jarak fisik, meningkatkan ventilasi ruang dalam ruangan, menghindari ruang ramai, dan mendapatkan vaksinasi,” tegas WHO.

Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini Indonesia belum menemukan adanya penularan dari varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron.

 

Ia pun memastikan Indonesia dan dunia saat ini lebih cepat dalam mengidentifikasi setiap varian baru virus Corona karena telah adanya laboratorium yang mumpuni.

“Kita tidak perlu terlalu panik, terburu-buru mengambil kebijakan yang tidak berdasarkan data,” kata Budi saat jumpa pers secara virtual, Minggu 28 November.

Kendati demikian, pemerintah mulai melakukan antisipasi, salah satunya dengan membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) dan mewajibkan seluruh pendatang dari luar negeri, baik melalui udara, laut, maupun darat, untuk menjalani karantina.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nomor IMI-269.GR.01.01 Tahun 2021 yang berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021.

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Info Terbaru, KJP Juli 2022 Cair Tanggal 8 Juli, Simak Lebih Lanjut di Sini

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – KJP Plus Juli 2022 kapan cair, terus menjadi pertanyaan warga DKI Jakarta terutama para penerima manfaat...

We would like to keep you updated with special notifications. Optionally you can also enter your phone number to receive SMS updates.