Minggu, 2 Oktober 2022

Meski Dipandang Domestikasi, Berdoa Buat Ibunda saat Hari Ibu Tidak Ada Salahnya

Jika tidak mau berdebat domestifikasi atau tidak dalam perayaan Hari Ibu, mengirimkan doa pada ibunda adalah jalan tengah paling diterima 

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Makin banyak orang di Indonesia ini yang berpandangan bahwa perayaan Hari Ibu malah hanya romantisme dan domestikasi peran perempuan.

Padahal sebenarnya peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember adalah hari pertama Kongres Perempuan pertama yang menuntut persamaan hak dan andil kaum perempuan terhadap kemerdekaan Indonesia. 

Jika tidak mau berdebat soal itu, lebih baik kirimkan doa ibunda kita. Itu jalan tengah paling bisa diterima. 

Tak peduli peran domestik atau bukan, jasa ibunda pada kita sangat besar, dia figur penting kehadiran seseorang di dunia.

Karena itu doa untuk ibu dalam segala kondisinya harus kita panjatkan, sebagai salah satu cara balas jasa dan ungkapan rasa sayang.  

Berikut kumpulan doa untuk ibu dengan segala kondisinya, mulai memohon ampunan pada dosanya, ibu yang sedang sakit dan ibu yang sudah mendahului kita. 

BACA JUGA : APA ITU PROGRAM KARTU LANSIA JAKARTA? SIMAK PENJELASANNYA 

Dalam agama Islam berbakti pada orang tua merupakan salah satu kewajiban. Doa dari anak merupakan salah satu amal baik yang tidak akan putus meski sudah berada di liang lahat.

Hari Ibu 2021: Sejarah, Ucapan dan Cara Memaknainya Agar Tidak Sekadar Romantisme

Berikut kumpulan bacaan doa untuk ibu:

  1. Doa untuk Ibu yang Sedang Sakit

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Bacaan latin: Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu, Wa Antas Syaafi, Laa Syifaa-a Illa Syfaauka, Syifaan Laa Yughaadiru Saqaama.

Artinya: “Ya Allah, Rabb Manusia, hilangkanlah penyakit dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

  1. Doa Ibu yang Sudah Meninggal

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

Bacaan latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

Ustadz Adi Hidayat: Ini Nasihat bagi yang Sudah Masuk Usia 40-an  

- Advertisement -

Doa untuk ibu atau kedua orang tua yang telah meninggal sebaiknya ditutup dengan doa sapu jagad, shalawat nabi, dan membaca Surat Al-Fatihah. seperti berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

Bacaan latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (baca Surat Al-Fatihah).”

  1. Doa agar diampuni dosanya

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Bacaan latin: Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil,”

Nasihat Ustadz Adi Hidayat: Sering-sering Minta Bimbingan Allah saat Memasuki Usia 40

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...