Jumat, 12 April 2024

Kasus Omicron Naik Tajam: Jangan Panik, Kenali Ciri & Cara Mencegah Penularan

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Omicron menyebabkan lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia terutama DKI Jakarta, sehingga warga diminta mengenali ciri dan cara mencegah penularan varian itu.

Di Jakarta, kasus harian Covid-19 berdasarkan data Kementerian Kesehatan 27 Januari 2021 melonjak drastis menembus angka 4 ribuan kasus per hari. Padahal, pada awal bulan, kasus harian tersebut baru berada di tingkat 100-an kasus per hari.

Untuk itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan masyarakat mengetahui ciri-ciri varian Omicron agar bisa melakukan pencegahan sehingga bisa menekan penyebaran.

Varian Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

“Nanti kita akan melihat dalam waktu yang singkat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi,” katanya dalam konferensi secara virtual, Kamis 27 Januari 2022.

Ciri-ciri selanjutnya dari varian omicron adalah tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah, begitupun tingkat keparahannya juga lebih rendah.

Dengan begitu, pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman).

TENTANG KJP FEBRUARI 2022 KAPAN CAIR

Jadwal KJP Bulan Februari 2022 Kapan Cair, Lihat di Sini

STRATEGI BERBEDA

Strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron ini sedikit berbeda dengan menghadapi gelombang Delta.

Gelombang Delta memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur. Sementara itu, varian Omicron memang cepat penularannya tapi keparahannya rendah.

“Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan. Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi.

Pemerintah menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

Total pasien yang sudah terkonfirmasi Omicron sampai tanggal 26 Januari 2022 berjumlah 1.988. Dari jumlah itu yang sudah sembuh atau selesai perawatan berjumlah 765 orang.

Total pasien pernah dirawat sejak awal kasus Omicron pada Desember 2021 sebanyak 854 pasien dengan rincian pasien asimtomatik 461, gejala jaringan 334 pasien, dan gejala sedang dan berat 59 pasien.

“Sebenarnya yang perlu masuk rumah sakit adalah pasien yang 59 itu. Yang perlu dirawat hanya kalau dia perlu di treatment oksigen,” ucap Menkes Budi seperti dilansir laman milik Kementerian Kesehatan.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. Yang paling penting selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko tertularnya sedang tinggi.

Namun, kalaupun tertular, tidak usah panik yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin, jika ada gejala ringan minum obat.

“Yang perlu ke rumah sakit kalau ada Lansia atau komorbid nya banyak, itu ke rumah sakit. Dan cepat-cepatlah vaksinasi untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi varian baru,” tuturnya.

Demikian informasi tentang ciri dan cara mencegah penularan varian Omicron yang makin merebak beberapa pekan ini.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Saat Lebaran Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 30 Persen

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Jumlah penumpang Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh meningkat 30 persen pada saat libur Lebaran apabila dibandingkan...