Selasa, 28 Mei 2024

Piala Asia U-23: Indonesia vs Qatar Pertunjukan Komedi, Erick Thohir Ajukan Protes Resmi

Kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit video assistant referee (VAR), Sivakorn Pu-Udom yang banyak merugikan Indonesia. Pada pertandingan ini juga, tim U-23 Indonesia mengalami kejadian yang membuat tim tidak nyaman dan terlambat datang ke stadion.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – “Keputusan wasit di sepanjang pertandingan, kalau kalian melihatnya, itu bukan pertandingan sepak bola, ini sebuah pertunjukan komedi dan sangat berlebihan,” kata pelatih Indonesia, Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong tidak bisa menutupi kemarahan serta kekecewaanya terhadap kinerja wasit pada laga Qatar U-23 melawan timnya, U-23 Indonesia. Laga di Grup A Piala Asia U-23 itu berakhir 2-0 untuk Qatar, Senin (15/4) di Stadion Jassim bin Hamad, Doha.

Wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov menghadiahi Qatar hadiah penalti dan  kartu merah kepada pemain Indoneisa, Ivar Jenner dan Ramadan Samanta. Dia  membiarkan sejumlah pelanggaran pemain Qatar kepada pemain Indonesia.

Kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit video assistant referee (VAR), Sivakorn Pu-Udom yang banyak merugikan Indonesia.

Image
Aksi yang merugikan Indonesia dan sikap wasit Nasrullo Kabirov (Tajikistan). Hingga Nasrullo dicerca di media sosial.

Untuk hal itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di ruang ganti pemain usai pertandingan, mengatakan akan mengajukan surat protes resmi ke AFC atas kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov terutama soal kartu merah Ivar Jenner.

“Tapi, kejadian ini, saya minta pemain jangan patah semangat. Masih ada laga lain,” ujarnya.

Pemain Qatar Hashmi Al Hussain (5) menghadang dengkul Raffael Struick memanfaatkan momentun Struick yang akan menerima bola di area pertahanan Qatar. Wasit Nasrullo Kabirov menganggap itu bukan pelanggaran, meski Raffael mengerang kesakitan. /pssi.org

Kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit video assistant referee (VAR), Sivakorn Pu-Udom yang banyak merugikan Indonesia.

“Selamat untuk Qatar. Tapi para pemain saya sudah berusaha menampilkan permainan yang terbaik, apalagi kita kalah jumlah pemain dan tidak mudah menyerah,” kata dia, yang dikutip di website PSSI.

Namun, kata Shin, sangat disayangkan. “Banyak keputusan wasit di sepanjang pertandingan, kalau kalian melihatnya, itu bukan pertandingan sepak bola, ini sebuah pertunjukan komedi dan sangat berlebihan,” kata Shin Tae-yong.

BACA DEH  Mauricio Pochettino dan Chelsea Sepakat Untuk Berpisah

“Saya tidak bisa mengatakan apa pun tentang pemain yang kena kartu merah, saya kehabisan kata-kata. Sepak bola tidak seharusnya dimainkan seperti ini. Kartu merah pertama kami, tidak ada kontak sama sekali. Mengapa mereka tidak memakai VAR dalam situasi seperti ini?” tambah pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Shin Tae-yong menyebut, jika hal seperti ini terjadi di Indonesia, wasit akan menjadi bahan lelucon.

“Fans menyaksikan pertandingan ini melalui televisi. Jika Anda memakai wasit seperti ini, kalau di Indonesia, itu akan dianggap Anda ingin membuat lelucon. Pelatih juga punya mata, melihat dari bench sepanjang pertandingan,” jelasnya.

Pada pertandingan ini juga tim U-23 Indonesia mengalami kejadian yang membuat tim tidak nyaman dan terlambat datang ke stadion.

“Kemarin satu hari sebelum pertandingan saat melakukan sesi familiarization di stadion, kami hanya membutuhkan tujuh menit perjalanan dari hotel ke stadion via bus. Namun, tadi perjalanan mencapai 25 menit untuk ke stadion,” ungkap Shin Tae-yong.

Selanjutnya, Rizky Ridho dan kawan-kawan masih akan melakoni dua pertandingan lagi di grup A. Pada Kamis (18/4), melawan Australia di Abdullah bin Khalifa Stadium dan Minggu (21/4) menantang Yordania di stadion yang sama dengan laga versus Australia.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (3): Keluarga Presiden Persenjatai Diri Dengan Senjata Otomatis

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei 1998....