Selasa, 21 Mei 2024

PPKM Jakarta Level 2, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 Persen Lanjut

Hot News

TENTANGKITA, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen di seluruh sekolah meski kini status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) naik ke level 2.

Penetapan status PPKM level 2 di DKI Jakarta berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) No. 1 tahun 2022.

Ketentuan tersebut berlaku mulai 3 sampai dengan 17 Januari 2022. Sebelumnya, selama 2 pekan lalu, PPKM di DKI Jakarta berada di level 1.

Menurut Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja Gah seperti dilansir media massa, Selasa, 4 Januari 2022, berdasarkan ketentuan, untuk PPKM level 1 dan level 2 masih dimungkinkan untuk PTM 100 persen.

PTM 100 persen di DKI Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang dikeluarkan pada 21 Desember 2021.

Keempat beleid tersebut adalah: SKB dengan Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Terkait dengan merebaknya pasien Covid-19 varian Omicron di beberapa tempat, Disdik DKI Jakarta memastikan terus mengumpulkan data-data di lapangan secara rutin.

“Setiap sekolah yang melaksanakan PTM melaporkan setiap hari kondisi yang sakit atau tidak, yang hadir, atau tidak ke sistem. Jadi bisa mendeteksi sedini mungkin,” ujar Taga Radja.

Silakan simak aturan lengkap InMendagri No. 1 tahun 2022 di TAUTAN INI.

ANGKA PENYEBARAN VARIAN OMICRON

Sebelumnya, pemerintah pusat membeberkan angka penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di seluruh dunia telah mencapai 408 ribu kasus, naik dari angka minggu lalu sebanyak 184 ribu kasus.

Omicron juga kini telah terdeteksi di 132 negara, naik dari 115 negara pada minggu lalu. Sementara itu, di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 varian Omicron kini mencapai 152 kasus.

BACA DEH  Gempa Skala Magnitudo 5,5 Guncang Lombok Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, varian Omicron menyebar paling banyak di Eropa yakni Inggris dan Denmark, serta Amerika yang jumlahnya di atas 20 ribu.

Di Afrika Selatan, menurut Menkes Budi, pasien Covid-19 varian Omicron sudah turun ke angka 1.800-an.

“Di Asia Tenggara yang di atas kita adalah Singapura 1.600 dan Thailand 1.500, Indonesia ada di posisi 40, jumlahnya per hari ini (kemarin) 152 kasus. Ada tambahan 16 dibandingkan 2 hari yang lalu dan semuanya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Menkes Budi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 3 Januari 2022, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Menkes mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut.

Menkes bersyukur bahwa angka kasus Omicron di Indonesia relatif lebih rendah jika dibandingkan populasi dan luas geografis negara Indonesia.

“Ini berhubung karantina kita sudah cukup ketat, kita berhasil menahan masuknya Omicron ke dalam. Tapi dari 152, kita tahu 6 sudah merupakan transmisi lokal. Ada yang datang dan sebagian besar di Jakarta, tapi ada juga yang datang dari Medan dan juga dari Bali dan Surabaya. Jadi kita tetap harus selalu waspada,” imbuhnya.

Dari 152 kasus Omicron di Indonesia, Menkes melanjutkan, lebih dari setengahnya adalah pasien tanpa gejala.

Adapun setengahnya lagi adalah pasien bergejala ringan, tidak membutuhkan bantuan tambahan oksigen, dengan saturasi oksigen masih berada di atas 95 persen. Sejumlah 34 orang atau 23 persennya sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah.

“Jadi kita melihat bahwa sampai sekarang tidak ada yang membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit, cukup dikasih obat dan vitamin mereka sudah bisa kembali ke rumah,” lanjutnya.

BACA DEH  Gempa Skala Magnitudo 5,5 Guncang Lombok Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS

Sudah Tahu 6 Gejala Diabetes Melitus Tipe 1 Pada Anak? Cek Nomor 5 Deh

PEMANTAUAN & EVALUASI

Menkes menjelaskan bahwa varian Omicron, mekipun secara klinis bisa melalui antibodi yang berasal dari vaksin, namun sel T atau T cell masih memberikan perlindungan dengan cukup baik. Hal tersebut juga menjelaskan mengapa tingkat pasien yang fatal dan masuk ke rumah sakit lebih rendah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa selain karena disiplin menerapkan protokol kesehatan, pemerintah juga rutin menggelar pemantauan dan melakukan evaluasi.

Dengan demikian, pandemi Covid-19 di Indonesia masih dalam situasi terkendali hingga saat ini.

“Pengalaman kita sendiri juga sudah bagus dan kalau anda lihat, saya sudah jelaskan tadi, hampir tidak ada, yang saya tahu di dunia ini sekarang, yang seperti kita telatennya menangani Covid ini. Artinya, terpadu, terintegrasi, holistik, dan ada meeting reguler yang dilakukan dari mulai pimpinan tertinggi sampai ke bawah. Itu salah satu yang membuat kita mungkin pada posisi seperti sekarang ini,” ujar Menko Luhut.

Demikian informasi tentang Pembelajaran Tatap Muka atau PTM 100 persen yang terus berjalan meski status PPKM DKI Jakarta berada di level 2.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Penyaluran KLJ, KAJ, KPDJ Tahap 2 Tinggal Tunggu SK Gubernur, Ini Kata Dinsos DKI

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Penyaluran KLJ, KAJ, dan KPDJ Tahap 2 2024, Maret, April dan Mei 2024 nampaknya ...