Minggu, 2 Oktober 2022

PKB Berharap Muktamar ke-34 Pilih Ketua PBNU Secara Musyawarah Mufakat

Nahdlatul Ulama ini lahir dari keguyuban dan kebersamaan para ulama dalam satu ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa menyerukan agar pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dilakukan dengan musyawarah mufakat. 

”Nahdlatul Ulama ini lahir dari keguyuban dan kebersamaan para ulama dalam satu ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujar Cak Imin dalam siaran pers Rabu 22 Desember 2021. 

“Sehingga semua proses pengambilan keputusan mestinya berdasarkan keguyuban, kebersamaan, musyawarah dan mufakat. Itu juga yang sedang kita usahakan untuk bangsa ini,” lanjut dia. 

Muktamar NU ke-34 dibuka pada Rabu 22 Desember 2021 di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. 

Tata Cara Pendaftaran Online Peserta Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU)

Salah satu agenda penting dalam pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung adalah memilih Ketua Umum dan Rais Aam PBNU.

Sejauh ini, ada dua nama kandidat yang berpotensi maju menjadi ketua umum PBNU yakni KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf.

Masing-masing mempunyai basis pendukung yang kuat.  

KH Said Aqil Siroj adalah Ketua Umum PBNU saat ini dan  KH Yahya Cholil Staquf adalah Katim Aam PBNU. 

Cak Imin berharap pelaksanaan Muktamar ke-34 NU ini bisa berlangsung lancar, damai, dan aman. 

Menurut dia NU harus menjadi teladan dalam bermusyawarah dan bermufakat, tanpa perlu mengedepankan ego masing-masing kelompok atau pribadi.

”Bangsa kita juga sedang tumbuh menjadi kekuatan demokrasi alternatif dimana kekuatan demokrasi alternatif adalah demokrasi yang produktif, demokrasi yang efektif, demokrasi yang mufakat tanpa ada luka atau korban,” urainya. 

Ada Apa Nih, Airlangga Hartarto Pimpin Rakor Persiapan Muktamar ke-34 NU?

NU sendiri kata Cak Imin sudah memutuskan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pun sebaiknya dilaksanakan secara tidak langsung karena pemilihan langsung banyak yang tidak kondusif dalam proses kompetisinya. 

”Karena itu, ya mari kita laksanakan Muktamar tahun ini dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, musyawarah untuk mufakat. Terserah muktamirin menentukan yang terbaik,” tutur dia. 

- Advertisement -

Gus Muhaimin juga berharap pada pelaksanaan berikutnya pada 2029, semestinya pelaksanaan pemilihan ketua Tanfidziyah juga dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). 

Sistem ini adalah pemilihan yang memberikan mandat pengambil keputusan penuh kepada sembilan kiai sepuh seperti yang dilakukan dalam pemilihan Rais Aam.

Bulu Mata, Rambut Palsu dan Hair Extension Asal Purbalingga Segera Masuk Nigeria

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...