Minggu, 2 Oktober 2022

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Hadits Nabi (Hikmah Ramadhan)

Hot News
Share This:

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Bacaan doa malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits Nabi Muhammad patut kita simak sebagai rangkaian mempersiapkan diri mengisi bulan Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar adalah salah satu waktu yang paling istimewa bagi umat Islam. Malam yang disebut dengan Malam Seribu Bulan.

Disebut demikain adalah karena ganjaran pahala ibadah pada malam itu dinilai lebih baik dari ibadah selama seribu bulan atau setara dengan 83 tahun.

Pada malam itu juga, disebutkan dalam beberapa hadits, Allah menetapkan tentang nasib sesesorang dalam waktu hitungan setahun ke depan.

Dengan alasan itulah sudah sepantasnya kita banyak berdoa pada malam istimewa tersebut. Apalagi Nabi Muhammad telah mengajarkan langsung bacaan doa malam Lailatul Qadar dalam beberapa hadits.

BACA JUGA: NASIHAT USTADZ ADI HIDAYAT: Kalimat Nabi Yunus Untuk Mempercepat Doa Dikabulkan

BACA JUGA: NGAJI BUYA ARRAZY: Benarkah Imam Mahdi (Turun) dari Indonesia?

Untuk mengetahui lebih jelas bacaan doa malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits Nabi, kita simak uraian dari Majelis Tarjih Muhammadiyah dalam artikel yang dilansir suaramuhammadiyah.

Berikut ini artikel yang bertajuk Keutamaan dan Doa Lailatul Qadar yang dilansir pada 14 Mei 2022:

Ramadhan disebut bulan yang paling utama (afdlal al-syuhur) karena salah satunya terdapat malam yang disebut Lailatul Qadr (lebih baik dari seribu bulan).

Lailatul-Qadar adalah malam ketetapan atau malam kepastian tentang qadar atau ukuran rezeki manusia. Pada malam itulah Allah menetapkan dan menentukan nasib seseorang untuk periode setahun yang akan datang.

Pada malam inilah seorang muslim dianjurkan untuk beribadah dan memohon pada Allah untuk mendapatkan martabat yang baik.

Malam qadar ini tidak dapat diketahui secara pasti datangnya (Hari ke berapa?) Akan tetapi yang pasti ia muncul dalam bulan Ramadhan.

Untuk itu setiap muslim harus berusaha mencari setiap malamnya. Tiada hari yang terlewatkan tanpa ibadah.

BACA JUGA: Ceramah Ustadz Abdul Somad: Rezeki Bukan Hanya Uang

- Advertisement -

BACA JUGA: FATWA MUHAMMADIYAH: Cara Menghitung Zakat Profesi

DOSA-DOSA DIAMPUNI

Inilah hikmah besar bagi umat Islam mengapa tidak ditentukan kapang datangnya. Alangkah bahagianya bila seseorang sedang bersungguh-sungguh beribadah ketika malam qadar datang.

Oleh karena bobot ibadahnya dihitung lebih baik nilai ibadah selama seribu bulan. Di samping itu dosa-dosanya diampuni oleh Allah, sebagaimana diterangkan dalam hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيَّ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِأِيْمَانًا وَاحْتِسَبًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ أِيْمَانًا وَاحْتِسَبًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw ia bersabda: Barang siapa yang beribadah pada lailatul qadar atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Al-Bukhari)

Tentang waktu datangnya malam qadar hadits Nabi mengisyaratkan terjadi pada sepuluh hari terakhir, pada malam-malam ganjil sebagaimana ditegaskan dalam hadits,

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُوْلُ للهِ قَالَ تَحَرَّوْالَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرَمِنْ رَمَضَانَ

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Intailah malam qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain lewat Ibn Abbas dikatakan,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ الْتَمِسُوْهَافِي الْعَشْرِالْأَوَاخِرَمِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابْعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw bersabda: Carilah lailatul aqdar pada sepuh malam terakhir di bulan Ramadhan di hari tinggal sembilan, atau tinggal tujuh, atau tinggal lima, (yaitu tanggal 21, 23, dan 25 Ramadhan). (HR Al-Bukhari)

Do’a Lailatul Qadar

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku.

Do’a ini didasarkan kepada hadits Nabi Saw:

عن عا ءىشة قا لت قلت يارسول اللّه أرأيت إن علمت أيّ ليلة القد رماأقول فيها قال قولي اللّهمّا انّك عفوّكريمّ تحبّ العفو فاعف عنّي قال أبو عيسى هذاحديث حسن صحيح

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra ia berkata: Saya bertanya: Wahai Rasulullah, Maukah engkau memberi tahu aku apa malam lailatul qadar itu dan apa yang harus aku baca pada malam itu? Rasulullah berkata: Ucapkanlah do’a, Allahuma Innaka ‘afuwwun kariim tubibbul-‘afwa fa’fu ‘anni, (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku). Ia mengatakan ini adalah hadits hasan shahih (HR At-Turmudzi)

Hal inilah yang membuat Rasulullah Saw sangat berwaspada pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dengan harapan mendapatkan malam qadar yang ditempuh dengan cara beri’tikaf.

Sumber: Tuntunan Ramadhan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah

Demikian artikel tentang bacaan doa malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits Nabi Muhammad. Semoga bermanfaat.

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...