Minggu, 26 Mei 2024

70 Persen Sumur Tercemar Tinja, Pantesan Anak-anak Sering Diare

Sebagian besar sumber air rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja yang bertanggung jawab atas penyakit diare

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Sebagian besar sumur atau sumber air rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja yang bertanggung jawab atas penyakit diare, salah satu penyebab utama kematian balita, ujar laporan terbaru lembaga kesejahteraan anak dunia, Unicef. 

Unicef melakukan riset terhadap 20.000 sumur atau sumber air minum rumah tangga di Indonesia dan menyimpulkan 70 persen tercemar limbah tinja.  

BACA JUGAPakar UGM: Covid-19 akan Serang Saluran Pencernaan Manusia

Menurut Unicef Indonesia sebenarnya sudah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan mutu sanitasi dasar. 

Namun, angka rumah tangga yang memiliki sarana toilet dengan sambungan tangki septik tertutup dan rutin dibersihkan kurang dari 8 persen dari sampel yang diteliti. 

Minimal tangki septik harus dibersihkan satu kali dalam 5 tahun. 

BACA JUGAIni Pengobatan Sakit Radang Tenggorokan dengan Cepat dan Alami

Hal ini membuat limbah tinja tidak terkelola dengan baik dan mencemari lingkungan dan sumur atau sumber air di sekitarnya. 

“Banyak keluarga belum memahami pentingnya menghubungkan toilet dengan sistem pembuangan dengan pipa atau tangki septik perlu dibersihkan secara berkala,” ujar Perwakilan Sementara Unicef  Robert Gass dalam siaran pers, Selasa 8 Februari 2022.

BACA JUGAKena Penyakit Hernia, Ini Pengobatan dengan Cara Tradisional, Layak Dicoba

Unicef luncurkan kampanye baru untuk sanitasi aman di Indonesia.

Kampanye ini bertajuk #DihantuiTai untuk memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga Indonesia tentang sanitasi aman dan dampak pencemaran sumur atau sumber air oleh tinja terhadap kesehatan masyarakat. 

“UNICEF menyerukan kepada rumah-rumah tangga Indonesia untuk memasang, memeriksa, atau mengganti tangki septiknya serta rutin menguras tangki minimal satu kali setiap tiga hingga lima tahun,” ujar dia. 

BACA DEH  Kamis (23/5), Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga Di Dunia

BACA JUGABisa jadi Anda Terinfeksi Omicron, Ini Gejala yang Sering Diabaikan 

Di dalam kampanye ini, tim ‘pemberantas tinja’ memiliki misi menyelamatkan wilayah-wilayah yang dihantui oleh tinja. 

Unicef juga meluncurkan situs www.cekidot.org yang berisi kiat-kiat praktis bagi keluarga untuk memastikan keamanan tangki septik dan informasi kontak jasa pembersihan tangki.

BACA JUGAPanduan Isolasi Mandiri (Isoman) Covid-19 Omicron untuk Warga DKI Jakarta

“Sanitasi yang aman bisa mengubah kehidupan anak-anak dan membuka kesempatan untuk mereka mewujudkan potensi dirinya,” ujar Gass. 

“Sayangnya, ada begitu banyak anak yang tinggal di daerah-daerah terdampak sanitasi tidak aman dan hal ini mengancam setiap aspek pertumbuhan mereka.” 

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (1): Tawar Menawar ABRI vs DPR, Soeharto Mundur

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei...