Jumat, 19 Juli 2024

Info Kesehatan: Ini Tips Cegah Penyakit Musim Hujan

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit penyerta selama musim hujan meliputi kelembapan tinggi, genangan air, perubahan suhu tubuh dan cuaca, penyebaran vektor penyakit, kondisi lingkungan yang tidak bersih, kontaminasi air, kepadatan populasi dan mobilitas.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA –  Memasuki musim hujan, kita [masyarakat] harus melakukan  beberapa persiapan  seperti kesiapan dalam menghadapi potensi bencana yang akan muncul misalnya saja banjir dan tanah longsor.

Tidak hanya itu, kita juga perlu menjaga kondisi tubuh tetap sehat agar terhindar dari berbagai penyakit penyerta musim hujan yang mungkin dapat mengganggu aktivitas harian.

Musim hujan memiliki keterkaitan dengan beberapa penyakit, dan faktor-faktor lingkungan yang muncul selama periode ini dapat memengaruhi penyebaran dan kejadian beberapa kondisi kesehatan. Penyakit penyerta musim hujan merupakan penyakit yang umumnya memiliki risiko untuk muncul atau meningkat selama musim hujan.

Kementerian Kesehatan RI, melalui upk.kemkes.go.id, menjelaskan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap munculnya penyakit penyerta selama musim hujan meliputi kelembapan tinggi, genangan air, perubahan suhu tubuh dan cuaca, penyebaran vektor penyakit, kondisi lingkungan yang tidak bersih, kontaminasi air, kepadatan populasi dan mobilitas.


BACA JUGA


Penyakit-Penyakit Penyerta Musim Hujan

Musim hujan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit tertentu karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme dan penyebaran penyakit tertentu. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi selama musim hujan meliputi:

1. Influenza

Influenza. Ini berpotensi membahayakan terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan Balita. Penurunan imun akan mempermudah influenza untuk menyerang. Oleh sebab itu, penting mencegah influenza dengan cara sebagai berikut.

  • a) Pastikan masyarakat mendapat vaksinasi flu tahunan sebagai pencegahan utama.
  • b) Jaga kebersihan pribadi, khususnya melalui  cuci tangan dengan sabun dan air mengurangi risiko penularan.
  • c) Hindari kontak dengan penderita dan hindari menyentuh wajah untuk mencegah penyebaran virus
  • d) Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Gizi makanan yang seimbang berperan penting menjaga daya tahan tubuh.
  • e)  Menggunakan Masker, jangan ragu menggunakan masker ketika berada di tempat umum/tempat yang menjadi sarana penyebaran penyakit
5 Penyakit Penyerta Musim Hujan
5 Penyakit Penyerta Musim Hujan./Kemenkes

2. Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam serius yang penyebabnya  gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang menyerang melalui sistem peredaran darah manusia.  Di musim hujan, perkembangan nyamuk ini menjadi sangat masif, sehingga masyarakat perlu melakukan persiapan guna mencegah gigitan nyamuk tersebut. Berikut ini adalah metode pencegahan DBD yang disebut dengan 3M Plus, di antaranya:

a) Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.

b) Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

BACA DEH  Ini Cara Mudah dan Murah Mengatasi Emosi Anda

c) Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.

Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk:

d) Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

e) Menanam tanaman yang berfungsi untuk mengusir nyamuk

f) Menggunakan kelambu pada kamar

g) Memasang kawat kasa pada lubang ventilasi

h) Menggunakan lotion anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk

i) Hindari menggantung pakaian yang telah terpakai

j) Memasang mosquito trap (kelambu)

k) Larvasidasi di tempat yang sulit tertutup


BACA JUGA


3. Diare

Penyebab diare adalah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit. Penyebab diare   Bakteri E. Coli, Salmonella, Shigella dan lain- lain. Pencegahan diare  dengan mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir, buang air besar pada tempatnya dan menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Untuk menjaga kesehatan serta mencegah infeksi saat musim penghujan, sebaiknya seseorang menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang serta menjalani pola hidup bersih sehat.

4. Penyakit Kulit

Musim hujan yang rawan banjir meningkatkan risiko terjadinya penyakit kulit berupa infeksi atau alergi akibat kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Untuk mencegah penyakit kulit, langkah yang dapat dilakukan di antaranya:

a) Jaga kebersihan pribadi dengan mandi dua kali sehari dan mencuci tangan dan kaki.

b)  Kenakan pakaian bersih dan kering.

c) Untuk menghindari penyakit kulit menular, hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain.

5. Leptospirosis

Memasuki musim penghujan, masyarakat Indonesia  harus mulai waspada dengan datangnya bencana banjir. Penularan leptospirosis  melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur. Gejala leptospirosis di antaranya adalah demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, dan nyeri otot betis. Pencegahan leptospirosis  dengan beberapa hal sebagai berikut:

a) Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan

b) Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.

Tips Mencegah Penyakit-Penyakit Penyerta Musim Hujan

Untuk mencegah penyakit penyerta yang sering terjadi selama musim hujan. Salah satu yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan ari mengalir. Selain itu hindari menyentuh wajah terutama hidung, mulut dan mata dengan tangan yang belum dicuci. Tidak hanya itu, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mencegah penyakit penyerta musim hujan:

BACA DEH  Ini Cara Mudah dan Murah Mengatasi Emosi Anda

1. Segera lakukan vaksinasi: pastikan diri kita telah menerima vaksin untuk penyakit seperti influenza. Sesuaikan  vaksin dengan saran dari Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan setempat yang tersebar di pusat fasilitas kesehatan terdekat.

2. Lindungi tubuh kita dari dari nyamuk: gunakan kelambu atau produk pengusir nyamuk saat tidur. Kenakan pakaian yang menutupi tubuh, terutama selama waktu-waktu saat nyamuk aktif.

3. Bersihkan tempat-tempat genangan air di sekitar rumah: jangan biarkan air menggenang di sekitar rumah. Tutup atau bersihkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti bak mandi, pot bunga, atau ban bekas. Pastikan saluran air di sekitar rumah berfungsi dengan baik.

4. Pastikan air minum berasal dari sumber yang aman: hindari minum air yang belum matang  atau berasal dari sumber yang  kebersihannya kita ragukan.


BACA JUGA


5. Pemeliharaan kebersihan rumah: Bersihkan rumah secara teratur untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Jaga kebersihan dapur dan hindari meninggalkan makanan terbuka yang dapat menarik serangga dan mikroorganisme penyebab penyakit.

6. Perhatikan Kebersihan Tangan dan Kuku: Potong kuku secara teratur dan jaga kebersihan tangan untuk mencegah infeksi kulit.

7. Menerapkan Etika Batuk dan Bersin: Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu atau siku tangan. Hindari batuk atau bersin ke tangan dan menyentuh permukaan yang ada di sekitar tanpa mencuci tangan.

8. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat: Mulailah makan makanan yang bergizi dan seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit sehari, serta memenuhi kebutuhan tidur yang cukup, lakukan  sedini mungkin.

Nah sobat sehat, dengan mengetahui beberapa penyakit penyerta musim hujan di atas, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Jangan lupa tetap lakukan upaya 3M Plus dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami berbagai penyakit penyerta musim hujan  sehingga penanganan  sedini mungkin agar aktivitas harian selama musim hujan tidak terganggu.

Referensi:

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Bienvenido Di Santiago Bernabeu, Kylian Mbappe…

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Stadion Santiago Bernabeu seperti hendak meledak. Hari itu, Kamis (18/7), tak ada laga. Laga apapun. Tapi,...