Jumat, 19 Juli 2024

Belajar Budidaya Kepiting Bakau Sistem Apartemen, Hasilnya Untung Luar Biasa 

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Budidaya kepiting bakau (Scylla) ternyata bisa dilakukan dalam kandang sistem apartemen dengan jerigen bekas, mau tahu caranya? 

Kita belajar dari Sujadi, pensiunan guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Ori Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang sukses membudidayakan kepiting bakau dengan sistem apartemen menggunakan jerigen bekas. 

Dari channel Youtube “capcapung” Sujadi bercerita bahwa dia sudah berpengalaman 30 tahun membudidayakan berbagai jenis ikan air tawar. Namun dua tahun belakangan dia mencoba budidaya baru, yaitu kepiting bakau. 

BACA JUGA: 

Kebetulan dirinya saat itu sedang membuat sumur untuk menambah budidaya air tawar, namun yang keluar malah air asin dengan kadar salinitas 12-14. Ikan gurame dan nila yang dicoba dipelihara dalam air tersebut langsung mati. 

budidaya kepiting bakau
budidaya kepiting bakau

Saat mendengar ada temannya mengembangkan budidaya kepiting bakau dengan air asin, dia langsung datang dan belajar. Sepulang dari situ dia mengembangkan dengan menambahkan apa yang dia pikir kekurangan dari cara budidaya tersebut.

Akhirnya dia mengembangkan kandang sistem apartemen secara sederhana. Pertama adalah rak-rak dari bambu atau kayu kemudian di tengahnya ada jerigen bekas yang dibelah dua. 

Jeriken itu disusun atas bawah, dan jajaran jerigen di rak paling atas diberi aliran air hingga jatuh ke barisan di bawahnya. Tiap jerigen diberi lobang, sehingga air jatuh ke jeriken di bawahnya. Begitu seterusnya, jadi memanfaatkan sistem gravitasi 

Agar kepiting tidak pergi, di atas jerigen yang dibelah itu ditutup dengan bambu. 

Setelah satu satu budidaya kepiting bakau dengan cara itu, dia mulai melakukan modifikasi. Sekarang jerigen tidak dibelah, namun dilobangi seperlunya. Setiap baris sudah ada lobang  pembuangan kotorannya dan tempat air masuk. 

BACA DEH  Legium Kebebasan Rusia Sabotase Bandara Kemenhan Rusia

“Budidaya kepiting bakau itu kuncinya ada pada perawatan. Ini memang agak istimewa,” ujar dia. 

Jika di habitat aslinya kepiting mudah hidup di kawasan berlumpur dan kotor, maka jika dibudidayakan kepiting hanya bisa optimal jika dilakukan pada air bersih. 

“Air harus betul-betul kita perhatikan, kualitas air harus bagus sekali, terus salinitasnya ph-nya, amoniaknya, kemudian suhunya oksigennya mineralnya kemudian proteinnya itu semuanya ada aturannya,” ujar dia.n 

Saat awal mulai budidaya kepiting bakau, tingkat kematian hampir 50-60 persen, padahal menurut dia sirkulasi air sudah bagus. Kondisi itu membuat dia banyak belajar karena semua ilmu diperolehnya secara otodidak. 

Untuk pakan, menurut dia mudah dan murah, yaitu “ikan rucah” yaitu ikan laut yang digunakan sebagai bahan “teri gesek” harganya sekitar Rp2000 per kilogram. Kemudian, ditambahi dengan usus ayam. Frekuensi pemberian makan juga hanya 1 kali sehari. 

Penjualan komoditas ini cukup mudah, bahkan permintaan sangat banyak kadang di luar batas kemampuannya. 

“Kemampuan kami itu cuma 10-20 kilogram, pembeli minta 4-5 kwintal. Jadi kalau penjualan memang tidak sulit,” ujar dia.

Harga jual juga cukup menjanjikan, semurah-murahnya Rp120.000-125.000  per kilogram untuk konsumsi. Sedangkan bibit semahal-mahalnya sekitar Rp50.000-Rp60.000 per kilogram. 

BACA JUGA:

Jadi menurut Sujadi budidaya kepiting bakau ini masih sangat menguntungkan karena harga bibit dan produk siap konsumsi masih mempunyai selisih hingga dua kali lipat. 

“Tinggal bisa mempertahankan tingkat hidupnya atau tidak. Monggo yang ingin mencoba gak usah takut-takut. Monggo mencoba dengan pola yang sederhana dulu jangan banyak-banyak,” ujar dia. 

Dia juga bisa membantu membuatkan rak untuk budidaya kepiting. Pesan dia, jangan terlalu banyak dulu, satu rak bisa untuk 60 jerigen. Jika sudah bisa memelihara dan bertahan hidup hingga ukuran konsumsi, maka bisa dikembangkan lagi. 

BACA DEH  Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Selasa (16/7) Bakal Cerah

Bagi masyarakat yang ingin belajar budidaya kepiting bakau, silahkan datang saja ke rumahnya. Diajari gratis. 

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Bienvenido Di Santiago Bernabeu, Kylian Mbappe…

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Stadion Santiago Bernabeu seperti hendak meledak. Hari itu, Kamis (18/7), tak ada laga. Laga apapun. Tapi,...