Senin, 27 Mei 2024

Profil Kiai Miftachul Akhyar, Rais Aam PB Nahdlatul Ulama 2021—2026

Kiai Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026.

Hot News

TENTANGKITA, JAKARTA – Kiai Miftachul Akhyar yang terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 dan simak profil beliau di bagian bawah.

Penetapan Kiai Miftachul Akhyar sebagai pemimpin tertinggi PBNU diputuskan oleh sembilan anggota anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui musyawarah dan mufakat.

“Alhamdulillah…, yang menjadi Rais Aam untuk PBNU 2021-2026 al mukarram KH Miftachul Akhyar,” kata KH Zainal Abidin, salah satu anggota Ahwa, seperti dilansir NU ONLINE.

Anggota Ahwa mengharapkan Rais Aam PBNU terpilih fokus di dalam pembinaan dan pengembangan NU ke depan.

“Lalu, beliau (Rais Aam terpilih) berkata, sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat),” ujar Kiai Zainal Abidin yang juga Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Kedua, lanjutnya, pertimbangan para anggota Ahwa lain, diharapkan kepada Rais Aam terpilih agar ketika muncul calon ketua tanfidziyah diharapkan menerima semua bakal calon itu.

Tentu kalau memenuhi syarat ada AD/ART yang mengatur pensyaratan itu.

Sami’na wa atha’na,” ujar Kiai Miftach sebagaimana disampaikan Kiai Zainal.

Sembilan ulama tersebut adalah:

(1) KH Dimyati Rois

(2) KH Ahmad Mustofa Bisri

(3) KH Ma’ruf Amin

(4) KH Anwar Manshur

(5) TGH Turmudzi Badaruddin

(6) KH MIftachul Akhyar

(7) KH Nurul Huda Jazuli

(8) KH Ali Akbar Marbun,

(9) KH Zainal Abidin.

9 Kiai Sepuh NU
– Sebanyak 9 kiai khos dan sepuh terpilih menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang nanti akan memilih Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) pada Muktamar ke-34 di Lampung.

Musyawarah dilakukan dengan penuh keakraban, kekeluargaan, keadaban, sopan santun, dan akhlak itu dipimpin oleh Kiai Ma’ruf.

Kemudian keputusan itu ditetapkan dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-34 NU,  Prof. M. Nuh dan Sekretaris Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Kamis 23 Desember 2021 malam.

BACA DEH  Perang Israel-Hamas: Ini Daftar Tersangka Kejahatan Perang di Gaza

TENTANG 6 GEJALA DIABETES PADA ANAK

Cucu Buya Hamka: Jangan Catut Nama Kakek Soal Fatwa Haram Mengucapkan Selamat Natal

PROFIL KIAI MIFTACHUL AKHYAR

Kiai Miftachul Akhyar sebelumnya adalah Pejabat Rais Aam PBNU sejak akhir tahun 2018 menggantikan KH Ma’ruf Amin.

Ia terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

Penetapan tersebut dihasilkan secara mufakat oleh tim formatur Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 MUI yang beranggotakan 17 orang pada 27 November 2021.

Dalam catatan http://jatim.nu.or.id, Kiai Miftach adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya yakni KH Abdul Ghoni. Lahir tahun 1953 dan merupakan anak kesembilan dari 13 bersaudara.

Kiai Miftach pernah nyantri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang dan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan di Jawa Timur.

Kemudian nyantri di Pondok Pesantren Al-Islah Soditan, Lasem, yang saat itu diasuh almargfurlah KH Masduqie Allasimy.

Karena memiliki penguasaan materi agama dan sifatnya yang tawadlu akhirnya dijadikan sebagai menantu oleh kiai yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas Pacitan tersebut.

Berikutnya, beliau mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

Setelah melakukan aneka pengembaraan tersebut, Kiai Miftach mendirikan Pondok Miftachussunnah di Kedung Tarukan mulai dari nol.

Awalnya hanya berniat mendiami rumah sang kakek, tetapi setelah melihat fenomena pentingnya ‘nilai religius’ di tengah masyarakat setempat, maka mulailah membuka pengajian.

Kala itu kampung Kedung Tarukan terkenal sebagai kawasan yang tidak ramah pada dakwah para ulama. Namun berkat akhlak dan ketinggian ilmu yang dimiliki Kiai Miftach akhirnya berhasil mengubah kesan negatif kampung dimaksud.

BACA DEH  Prakiraan Cuaca Kota Jakarta Rabu (22/5), Siang dan Sore Hujan Badai?

Salah satu yang melekat dari sosok Kiai Miftach yakni kesederhanaan, terutama kala memberikan penghormatan terhadap tamu. Kiai Miftach tidak segan-segan menuangkan wedang dan menyajikan cemilan kepada tamunya.

Akhlak Kiai Miftachhul Akhyar yang demikian diyakini merupakan turunan dari ayahandanya, KH Abdul Ghoni.

Kiai Miftach pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya (2000-2005).

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2007 hingga 2013, dan 2013 sampai 2018.

Diamanahi sebagai Wakil Rais Aam PBNU 2015 sampai 2020. Selanjutnya beliau didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020.

Demikian informasi tentang profil Kiai Miftachul Akhyar yang terpilih sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2021–2026.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (1): Tawar Menawar ABRI vs DPR, Soeharto Mundur

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei...