Sabtu, 3 Desember 2022

Soal Ucapan Selamat Natal oleh Muslim, Ini Pendapat Ulama Saudi Arabia

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Pendapat yang mengharamkan muslim memberikan ucapan selamat Natal bisa dilacak dari para pendapat-pendapat ulama Arab Saudi. 

Salah satu pendapat  mengharamkan ucapan selamat Natal berasal dari Al-Utsaimin. 

Dia mengharamkan ucapan selamat dari seorang  muslim atas perayaan keagamaan, apalagi ikut menghadiri perayaan hari-hari besar keagamaan non muslim. 

Pendapat didasarkan hasil ijma ulama Ibn al-Qayyim dalam “Ahkam Ahl al-Dhimmah”. 

Dalam Jurnal Syariah dan Hukum Islam Al-Adalah, Ibn Qayyim berpendapat bahwa ucapan selamat dan menghadiri perayaan hari-hari besar orang non muslim menyiratkan penerimaan atau pembenaran ritual peribadatan umat lain.   

Ibn Taymiyyah dalam Iqtida’ al-Sirat al-Mustaqim Mukhalaf Ashab al-Jahim menyatakan bahwa, memberi ucapan selamat pada perayaan non muslim pada hari besar agama mereka adalah dilarang. 

Dalam kesimpulannya, Al-Utsaimin mempertegas bahwa mengikuti non muslim dalam perayaan hari besar keagamaan adalah dosa.

Baik hal tersebut dilakukan di luar norma kesopanan atau atas dasar toleransi, karena hal tersebut dianggap sebagai kemunafikan di dalam Islam. 

Ceramah Buya Yahya: Wanita Boleh Merapikan Alis, Asal…

Pendapat senada juga dinyatakan oleh Muhammad Rashid Ridha yang menyatakan pembahasan yang sama dalam fatwanya, melarang muslim untuk mengambil bagian dalam perayaan agama non muslim. 

Selain itu, Jamal al-Din Zarabozo juga menegaskan bahwa, muslim tidak diperbolehkan untuk memberikan ucapan selamat dan menghadiri perayaan hari besar non muslim tindakan tersebut dianggap menghormati serta membantu mereka dalam kesyirikan dan hal tersebut tidak memiliki dasar dalam hukum Islam. 

BACA JUGA: Kesiapan Infrastuktur Jalan Tol Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2022

BACA JUGA: Pendapat Ustadz Abdul Somad soal Muslim dan Ucapan Selamat Natal  

Silang Pendapat Ulama Indonesia 

Ulama-ulama di Indonesia memang bersilang pendapat tentang hukum muslim mengucapkan selamat Natal.

Mereka terbagi pada dua pendapat besar, sebagian dari mereka menganggap bahwa hukum muslim mengucapkan selamat Natal adalah haram karena menyangkut persoalan akidah.

- Advertisement -

Sebagian lagi menganggap bahwa hukum muslim mengucapkan selamat natal diperbolehkan karena tidak mengubah akidah.

Berikut ringkasan pendapat mereka tentang hukum mengucapkan selamat Natal.

Ustadz Adi Hidayat 

NASIHAT USTADZ ADI HIDAYAT: Petunjuk Quran untuk Mendapatkan Keturunan (1)

Menurut Ustadz Adi Hidayat hukum mengucapkan selamat atas perayaan agama lain di luar keyakinan sebagai muslim itu tidak diperkenankan dan dilarang.

“Haram kita mengucapkan Selamat A, Selamat B, yang dalam ucapan tersebut mengandung unsur pengakuan bahwa ada dien selain Islam,” ujar dia.

Gus Miftah

“Saya memberi ucapan Selamat Natal pada tetangga saya yang Katolik. Dia setiap tahun juga memberi ucapan Selamat Lebaran pada saya,”

“Ini saya lakukan bukan sebagai fatwa, tapi memberitahu apa yang saya lakukan tiap tahun”

“Tidak ada masalah, bagi saya”

Prof Quraish Shihab 

Menurut Quraish Shihab, selama akidah terjaga, boleh saja muslim mengucapkan selamat Natal bagi umat kristiani.

Al Quran-lah yang pertama kali mengucapkan selamat Natal, ujar dia.

Dia mengutip Surat Maryam ayat 33.

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

“Selama akidah terjaga, mau mengucapkan selamat Natal sampai keriting tetap saja boleh,” ujar dia.

Emha Ainun Najib (Cak Nun) 

Emha Ainun Najib mengatakan: “Apakah jika kita mengucapkan selamat Natal akan menjadi Kristen?”

Apakah orang Kristen jika mengucapkan Selamat Idul Fitri akan menjadi Islam?

Kok “gembeng” orang itu? (Kok lemah orang itu?)

“Apa kalau mbeeek, akan jadi kambing?”

 Umar Bin Hafid 

NASIHAT USTADZ ADI HIDAYAT: Petunjuk Quran untuk Mendapatkan Keturunan (2)

Sesungguhnya ada aturan-aturan dalam toleransi yang perlu kita renungi dengan benar dan kita jalankan dengan ramuan yang tepat.

Toleransi menurut dia adalah pada hal-hal yang tidakberhubungan dengan nilai-nilai agama Islam, moral.

Selama mereka tidak mengganggu, maka boleh saja kita bertoleransi dalam hal itu.

Segala sesuatu yang masih dalam ruang lingkup, kebaikan, keadilan dan perubahan ma’ruf pada semua makhluk, itu mendapatkan izin.

Al Quran memerintahkan untuk berbuat baik pada non-muslim dan berbuat adil.

Habib Lutfi bin Yahya 

Apapun agamanya, kita selain Islam adalah juga saudara sebangsa setanah air yang punya hak untuk dilindungi. Itu yang penting kita jaga. Jangan memberikan kesempatan pada oknum-oknum yang ingin merusak bangsa kita.

Syekh Ali Jaber 

Apakah anda tahu makna Natal? Itu kelahiran, dan ucapan selamat atas kelahiran.

Dalam kepercayaan mereka, itu adalah kelahiran Nabi Isa atau Yesus anak tuhan. Ketika mereka merayakan hari itu maka berarti mereka merayakan kelahiran anak Allah.

Bagi muslim yang sudah belajar, bahkan sudah hafal Surat Al Ikhlas.

Bahwa Allah tidak punya anak dan tidak diperanakkan.

Berarti kalau Allah tidak punya anak dan kita percaya dan yakin, tapi kalau kita mengucapkan Selamat Natal atas kelahiran anak tuhan, maka kita sendiri yang mengingkari Qulhuwallohu ahad.

Ini Dalil Yasinan dan Tahlilan Menurut Buya Arrazy, Bukan Bid’ah

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

UMR Sumatera Utara 2023 Semua Kota Naik Jadi 3,5 Juta?

  TENTANGKITA - UMR Sumatera Utara 2023 naik 7,45 Persen, kemudian kamu bertanya-tanya kan daftar UMK terbaru semua wilayah Sumut...