Minggu, 21 April 2024

Ini Dalil Yasinan dan Tahlilan Menurut Buya Arrazy, Bukan Bid’ah

Yasinan menurut Buya Arrazy sudah ada di zaman Nabi Muhammad SAW, karena ada perintah dalam surat al-Ankabut ayat 45. 

Hot News

TENTANGKITA,JAKARTA — Buya Arrazy Hasyim mengungkapkan dalil-dalil tentang kegiatan Yasinan dan Tahlilan yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. 

Yasinan menurut dia sudah ada di zaman Nabi Muhammad SAW, karena ada perintah dalam surat al-Ankabut ayat 45. 

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā ‘anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya’lamu mā taṣna’ụn

Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

“Yasin itu Quran bukan? Salah tidak kita baca Yasin?” ujar dia? 

Tapi apakah cara seperti ini sudah ada di zaman nabi?

 Buya Arrazy menjelaskan ayat dalam Surat Al-Baqoroh ayat 121 

 ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَتْلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُو۟لَٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ 

Allażīna ātaināhumul-kitāba yatlụnahụ ḥaqqa tilāwatih, ulā`ika yu`minụna bih, wa may yakfur bihī fa ulā`ika humul-khāsirụn 

Artinya: 

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Di sisi lain ada hadits yang berbunyi: 

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

BACA DEH  Laga Hidup Mati Indonesia vs Yordania di Piala Asia U-23

Hadits ini menjelaskan bahwa ada aktivitas membaca ayat-ayat Allah bersama-sama. 

“Jika saya ngumpul dan membaca Yasin, apakah masuk dalam kategori hadits tersebut?” 

Ceramah Buya Yahya: Wanita Boleh Merapikan Alis, Asal…

Mengapa yang dibaca hanya Yassin? 

Dalam kitab Al-Adzkar Nawawiyah, karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa boleh untuk melebihkan suatu ayat di atas ayat lain.

“Itu boleh, dan disunnahkan. Di masa Rasulullah ada seorang yang setiap rakaat dia membaca Qulhu (Surat Al Ikhlas). Dia suka membaca surat tersebut karena ada sifat-sifat Allah.” 

Nabi juga mengulang-ulang bacaannya, yaitu Surat Al Maidah-118 

{إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ}

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (QS. Al-Maidah: 118)

“Maka boleh mengulang-ulang ayat. Ini dalil wiridan,” kata Buya Arrazy Hasyim.

KAJI BUYA ARRAZY: Mau Bertemu Nabi di Surga? Ini Salah Satu Kunci Amalannya

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Piala Asia U-23: Indonesia vs Yordania, Shin Tae-jong Optimis, Live Streaming

TENTANGKITA.CO, JAKARTA -  Stadion Abdullah Bin Khalifa akan menjadi saksi pertemuan yang menggiurkan ketika Yordania dan Indonesia bentrok dalam...