Minggu, 2 Oktober 2022

Minyak Goreng Mahal, Saatnya Sehatkan Jantung, Hindari Stroke dan Turunkan Kolesterol   

Saat minyak goreng mahal ini, masyarakat sebenarnya tidak perlu risau. Waktunya mengubah gaya hidup, kurangi konsumsi goreng- gorengan

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, BANJARNEGARA –  Konsumsi minyak goreng berlebihan apalagi yang sudah berkali-kali dipakai tidak baik secara kesehatan. 

“Saat minyak goreng mahal ini, masyarakat sebenarnya tidak perlu risau. Waktunya mengubah gaya hidup, kurangi konsumsi goreng- gorengan,” ujar dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Masrurotut Daroen. 

“Karena goreng- gorengan berlebihan bisa memicu berbagai penyakit, di antaranya serangan jantung, stroke, dan hiperkolesterol,” ujar dia. 

Belakangan ini harga minyak goreng terus-terusan naik meski pemerintah sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Pemerintah menetapkan HET minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp11.000 liter.

Namun di pasaran, harga minyak goreng bahkan sudah melampaui Rp18.000 per liter.

Pada situs hargapangan.id milik Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) minyak goreng kemasan bermerek I rata-rata dijual dengan harga Rp20.050 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerk II dijual dengan harga Rp19.550 per kilogram.

Sedangkan minyak goreng curah rata-rata dijual dengan harga Rp18.150 per kilogram.

Minyak Goreng Mahal Jadi Kesempatan Punya Wajah Glowing, Begini Ceritanya  

Tumpukan lemak jenuh 

Menurut dia salah satu penyebab penyakit kardiovaskuler dan stroke adalah banyaknya tumpukan lemak jenuh dan lemak trans sehingga meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

“Nah peningkatan kolesterol inilah yang menjadi akar penyakit kardiovaskuler seperti jantung koroner dan stroke,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto ini.

Rury, panggilan Masrurotut Daroen, menyebutkan selain ancaman penyakit kardiovaskuler, konsumsi gorengan dan minyak goreng yang berlebihan juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan kanker. 

“Gorengan dilapisi tepung, lebih tinggi kalori dan karbohidrat sederhana dan lemak tidak sehat. 

“Ini memicu terjadinya kegemukan dan diabetes tipe 2, bisa terjadi pada siapa saja, dewasa, anak-anak dan ibu hamil. 

9 Manfaat Tak Terduga Alpukat, Bisa Jadi Pencegah Kanker Juga

- Advertisement -

“Bahaya makan gorengan juga bisa terkena kanker, bahaya ini muncul akibat zat akrilamida terbentuk selama proses menggoreng,” sebut Rury.

Menurut dia masyarakat harus lebih banyak mengeksplorasi cara memasak. 

Tidak saja dengan menggoreng namun bisa juga dengan memanggang. Menurut dia pada bahan makanan atau jenis tertentu akan menghasilkan rasa yang lebih enak jika dimasak dengan cara dipanggang. 

Selain itu saat ini juga banyak tersedia teknologi seperti menggoreng tanpa minyak (airfryer). Memasak dengan alat tersebut akan menghasilkan minyak alami dari daging tersebut.

“Sebenarnya gorengan bukan sama sekali dilarang, hanya saja perlu diperhatikan cara menggoreng dan batasi jumlah konsumsinya.

“Imbangi dengan makanan bergizi dan tinggi serat lainnya serta perbanyak minum air putih,” ujar Rury.

Harga Melangit, Pemerintah Cabut Larangan Minyak Goreng Curah

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...