Kamis, 7 Juli 2022

Penerimaan Pajak sampai Oktober 2021 Tumbuh 15,3% Year on Year

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi penerimaan pajak hingga akhir Oktober 2021 tumbuh sebesar 15,3 persen (yoy).

Nilainya mencapai Rp953,6 triliun atau telah memenuhi 77,56 persen dari target pada APBN 2021.

Hal itu diungkap Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa November 2021 yang dilakukan secara daring pada Kamis (25 November 2021).

Sejalan dengan perbaikan ekonomi, pertumbuhan pendapatan negara yang kian membaik hingga akhir Oktober 2021 juga ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai, serta PNBP.

“Dari sisi penerimaan menunjukkan perubahan yang dinamis merefleksikan kondisi ekonomi dan dunia usaha yang sekarang mampu membayar pajak kembali karena kondisi bisnis mereka sudah mulai pulih,” ungkap Menkeu Sri Mulyani pada acara tersebut seperti dilansir laman Kemenkeu, kemenkeu.go.id.

Diskon Tarif Listrik Desember 2021: Bisa Cek Pakai Ponsel Kok!

Dari sisi penerimaan pajak, menurut Menkeu, PPh Migas tumbuh 55,7 persen didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak bumi dan gas bumi. Sedangkan PPh Non Migas tumbuh 8,9 persen yang komposisinya berasal dari pajak-pajak yang menunjukkan aktivitas ekonomi tumbuh positif.

PPN tumbuh 20,4 persen didorong oleh PPN dalam negeri, dimana aktivitas ekonomi yang kembali normal dan PPN Impor yang menggambarkan kegiatan impor meningkat signifikan. Dari PBB tumbuh 1,2 persen ditopang oleh kenaikan PBB Perkebunan, dan pajak lainnya tumbuh 91,5 persen yang merupakan dampak penyesuaian tarif bea materai.

“Penerimaan bea dan cukai sejak tahun lalu masih resilient dan sampai tahun ini masih tetap bertahan. Sampai dengan 31 Oktober 2021, penerimaan kita mencapai Rp205,78 triliun atau 95,73 persen dari target APBN, tumbuh sangat kuat 25,47 persen,” lanjut Menkeu.

Seluruh komponen penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh positif. Kinerja komponen penerimaan yang berasal dari Cukai,  Bea Masuk (BM), dan Bea Keluar (BK) berturut-turut tumbuh 10,3 persen (yoy), 16,83 persen (yoy), dan 868,61 persen (yoy).

“Jadi penerimaan bea cukai tahun ini cukup sangat baik, baik karena cukai yang masih dipertahankan cukup baik, dan sekarang dikontribusikan oleh bea masuk dan bea keluar yang mengalami momentum yang sangat tinggi akibat pemulihan ekonomi terutama ekspor impor,” sambung Menkeu.

Realisasi PNBP sampai dengan akhir Oktober 2021 mencapai Rp349,2 triliun atau 117,1 persen dari target dalam APBN 2021. Capaian realisasi PNBP tumbuh 25,2 persen tersebut utamanya didorong oleh kenaikan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp111,18 triliun, PNBP Lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Rahasia Sukses Raffi Ahmad dan Gigi Punya RANS dengan Triliunan Rupiah

DIABETES MELITUS

TENTANG PENCAIRAN KJP NOVEMBER 2021

- Advertisement -

BERANDA KJP NOVEMBER 2021

TENTANG DIABETES MELITUS: 3 dari 4 Orang Tidak Sadar Idap DM

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Menkeu Ajak Stakeholders Kembangkan Pasar Pembiayaan Perumahan

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengajak stakeholders dapat bersinergi dalam mendorong pengembangan pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. Menkeu...

We would like to keep you updated with special notifications. Optionally you can also enter your phone number to receive SMS updates.