Selasa, 28 Mei 2024

Perempat Final Piala Asia U-23: Indonesia vs Korsel, Adu Jitu 2 Pelatih Korsel: Hwang dan Shin

"Sepak bola tidak dimainkan di atas kertas, tetapi dimainkan di lapangan. Permainan ini bukan matematika dan dalam sepak bola, dua tambah dua sangat jarang sama dengan empat - biasanya tiga atau lima," ujar Leo Beenhakker, mantan pelatih Timnas Belanda.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA -“Saya berharap kita bisa membuat sejarah baru,” kata Marselino Ferdinan, mantan pemain Persebaya yang kini membela tim Divisi Pertama B Belgia Deinze, dikutip dari keterangan resmi PSSI, jelang laga perempat final Piala Asia U-23.

Tim U-23 Indonesia lolos ke perempat final pada debut mereka di Piala Asia U-23 tahun 2024 di Qatar. Yordania U-23 menjadi penghalang terakhir yang disingkirkan 4-1 setelah Australia (1-0). Di babak delapan besar itu, pasukan Shin Tae-jong akan menghadapi Korea Selatan. mampukah sukses di dua laga terakhir terulang kembali?

Rekor pertemuan di level tim senior, Korea Selatan lebih mendonimasi dari Indonesia.  Dari 58 kali pertemuan antara Indonesia dan Korea Selatan, Garuda hanya menang enam kali dan empat seri. Sisanya (44 kali) menderita karena kalah.

Rekor Pertemuan sejak 31 Maret 1953 Antara Korea Selatan dan Indonesia

Menang:44
Seri:8
Kalah:6

Bahkan, dalam 36 tahun terakhir, hasil perjuangan Indonesia untuk meruntuhkan keperkasaan Korsel, teramat buruk. “Jangankan menang, menaha nseri saja…Huuh, rumit,” kata kawan saya. Bahkan, dalam  ajang  persahabatan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 8 Februari 1986, Indonesia dibantai 5-0. Korsel sadis.

Tapi ingat: “Bola itu bulat, pertandingan berlangsung sembilan puluh menit, dan yang lainnya hanyalah teori.” kata Josef “Sepp” Herberger.

Para pemain Tim U-23 Indonesia [Dari kiri: Nathan Tjoe A On, Pratama Arhan, Witan SUlaeman, Mohammad Ferrari, Rizky Ridho dan Justin Hubner]./pssi.org
BACA JUGA

Itu artinya, Indonesia dan Korsel memiliki peluang yang sama untuk menang. Sejarah pertemuan, pada laga saat ini, hanyalah teori. Tidak mempengaruhi yang dominan akan menang dari yang selama ini didominasi.

“Sepak bola tidak dimainkan di atas kertas, tetapi dimainkan di lapangan. Permainan ini bukan matematika dan dalam sepak bola, dua tambah dua sangat jarang sama dengan empat – biasanya tiga atau lima,” ujar Leo Beenhakker, mantan pelatih Timnas Belanda.

Kini, Indonesia, harus mendorong rasa percaya diri para pemain muda Indonesia, tanpa harus diremehkan untuk melahirkan sejarah besar di sepak bola khususnya di Asia. “Pemain muda membutuhkan kebebasan berekspresi untuk berkembang menjadi pemain kreatif. Mereka harus didorong untuk mencoba keterampilan tanpa takut terjatuh.” tutur Arsene Wenger, manajer terlama dan tersukses dalam sejarah Arsenal FC.

BACA DEH  EURO 2024: Azzurri Italia, Ingin Jadi Tim Spesial

Pertarungan Pelatih

“Termasuk pemainnya, persiapannya. Saya kira untuk komposisi yang sekarang sudah sangat baik. Ini tinggal dukungan dari warga, doa dari para pecinta sepak bola,” tutur Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo dan Wakil Presiden Terpilih Indonesia.

Orang Indonesia dan Korea Selatan, sangat menanti laga itu. Ini akan menjadi adu pintar dari dua orang yang sama-sama pernah membesut Timnas Korea Selatan: Hwang Sunhong (Korsel) dan Shin Tae-jong (Indonesia).

Diakui, sosok pelatih sementara –tim senior dan U-23– Korea Selatan, Hwang Sunhong memiliki reputasi seperti dikatakan Ketua Komite Penguatan Tim Nasional KFA, Chung Haesoung saat menetapkan Whang sebagai pelatih sementara pada 27 Februari 2024.

“Hwang membuktikan kemampuannya dengan memenangkan Asian Games, dan juga memiliki pengalaman yang kaya di kompetisi internasional serta tim Asia lainnya,” ujarnya.

Hwang terpilih sebagai manajer tim U-23 Korea Selatan pada September 2021, tetapi membuat khawatir banyak warga Korea karena hasil buruknya di Seoul dan Daejeon. Ia kembali kesulitan membawa hasil sukses dengan tersingkir di perempat final Piala Asia AFC U-23 2022 setelah kalah 3-0 dari Jepang. Setelah itu, ia memenangkan seluruh tujuh pertandingan Asian Games 2022 dan KFA memberikan kesempatan untuk merehabilitasi dirinya. Di final, Korsel menang 2-1 dari Jepang.

Tapi, rekor pelatih Shin Tae-jong, di Korea Selatan, tidak kalah baik dibanding  Hwang. Setelah Shin meninggalkan tim senior Korea Selatan, Stielike mencatatkan hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 dan akhirnya dipecat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea. Pada 4 Juli 2017, Shin menjadi manajer tim senior menggantikan Stielike. Pada bulan Desember, ia memenangkan Kejuaraan Sepak Bola E-1 EAFF 2017 [kejuaraan sepak bola dari Asia Timur] yang diikuti China, Jepang, Taipei, Korea Utara, Guam, Hong Kong, Makau, Mongolia, dan Northern Mariana Islands. Di final, Korsel mengalahkan musuh bebuyutannya Jepang di pertandingan terakhir 4-1.

BACA DEH  Setelah Pecat Tuchel, Bayern Munich Dekati Vincent Company

Meski dua kali bermain imbang tanpa gol, Korea Selatan di bawah asuhan Shin juga berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Mereka tergabung di grup yang sama melawan Swedia, Meksiko, dan juara bertahan Jerman. Korea Selatan kalah 0-1 dari Swedia dan 1-2 dari Meksiko, tetapi mengejutkan semua orang dengan mengalahkan Jerman 2-0.

BACA JUGA
Terpenting satu: “Untuk menjadi tim terbaik, Anda harus menggunakan tubuh dan pikiran Anda. Kumpulkan sumber daya rekan satu tim Anda. Ingat, hanya tim yang berhasil.” kata José Mourinho, manajer AS Roma yang memenangkan trofi Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan.
Suporter (pemain ke-12) Indonesia yang bakal menjadi salah satu pendukung Indonesia U-23 melawan Korsel di perempat final Piala Asia U-23 Kamis (25/4) di Qatar./pssi.org
  • Prediksi Line-Up Korsel
1Kim Jeong-HoonKiper
2Cho Hyun-TaekBek
3Hwang Jae-WonBek
4Seo Myung-Guan 49‎Bek
5Byeon Jun-Soo 90‎+‎5‎Bek
6Lee Young-Jun 34‎69‎90‎+‎2‎Depan
13Paik Sang-Hoon 60‎Tengah
14Kang Sang-YoonTengah
17Eom Ji-Sung 90‎+‎2‎Tengah
18Kang Seong-Jin 60‎Tengah
19Kim Min-Woo
  • Prediksi Line-Up Indonesia
21Ernando AriKiper
5R. RidhoBek
6I. Jenner  Tengah
7M. Ferdinan  Tengah
8W. Sulaeman  Tengah
10J. Hubner  Bek
11R. StruickDepan
12P. ArhanTengah
14F. Rahman Tengah
3M.FerrariBek
19J SroyerTengah

 

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (3): Keluarga Presiden Persenjatai Diri Dengan Senjata Otomatis

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei 1998....