Minggu, 2 Oktober 2022

Ini Penyebab Shin Tae-yong Ngamuk ke Bench Timnas Singapura

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat ngamuk ke bangku cadangan timnas Singapura saat laga kedua tim di semifinal leg kedua semifinal Piala AFF 2020, Sabtu malam 25 Desember 2021.

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat ngamuk ke bangku cadangan timnas Singapura saat laga kedua tim di semifinal leg 2 semifinal Piala AFF 2020, Sabtu malam 25 Desember 2021.

Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, menyebut bahwa pemain cadangan timnas Singapura memprovokasi para pemain Indonesia yang ada di bench.

Menurut Shin Tae-yong, perbuatan para pemain The Lions itu mencederai prinsip fair play dalam dunia sepak bola.

“Ada selebrasi ke bench kami. Itu bukan tindakan fair play,” kata Shin seperti dikutip media online nasional.

Bahkan Shin Tae-yong sampai menghampiri bangku cadangan timnas Singapura sambil marah-marah. Namun emosinya mereda setelah pelatih The Lions, Tatsuma Yoshida, meminta maaf atas tindakan para pemainnya.

“Pelatih Singapura sudah minta maaf dan setelah itu semua baik-baik saja,” tutur Shin Tae-yong.

KATA MEDIA MASSA SINGAPURA

Pertandingan Indonesia vs Singapura di semifinal leg kedua Piala AFF 2020 memang berlangsung dramatis.

Pertandingan berakhir dengan skor 4-2 setelah melalui perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Wasit harus mengeluarkan tiga kartu merah, semuanya untuk pemain Singapura.

Lalu apa kata media Singapura tentang pertandingan tersebut?

Media massa terbesar di Singapura, The Straits Times, edisi online antara lain menyoroti keputusan wasit asal Oman, Qasim Matar Ali Al Hatmi, dan juga gol kedua Indonesia.

Menurut The Straits Times, pada menit ke-36 Safuwan Baharudin mendapat kartu kuning padahal tekelnya bersih terhadap Witan Sulaiman. Lima menit kemudian, Amy Recha tampak dihalangi oleh Rachmat Irianto tetapi wasit tidak meniup peluit.

“Hebatnya, tim tamu melakukan 18 pelanggaran hingga menit ke-83 tanpa mendapatkan satu kartu kuning pun.” Begitu antara lain yang disebutkan dalam artikel di The Straits Times.

“… Pratama Arhan mengubah skor menjadi 2-2. Tayangan ulang menunjukkan bahwa bek itu sedikit offside.”

The Straits Times juga mengutip pernyataan pelatih Singapura asal Jepang, Tatsuma Yoshida.

- Advertisement -

“Kartu kuning pertama Safuwan bukanlah pelanggaran, sementara kartu merah Irfan dan Hassan memang karena tindakan mereka. Sulit untuk menerima (keputusan wasit), tetapi saya coba (menerima).”

Dalam analisis pertandingannya, The Straits Times antara lain menulis bahwa banyak keputusan kontroversial di leg kedua Indonesia vs Singapura.

“Diakui, Singapura beruntung lolos dari hukuman penalti di leg pertama, tetapi ada begitu banyak keputusan kontroversial di leg kedua yang menambah ketegangan, tetapi memang belum saatnya bagi Singapura, dan tim kehilangan tempat di final.”

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...