Jumat, 19 April 2024

Survei Pemilu 2024: Indikator Temukan 18,4% Warga Akui Serangan Fajar, Ini Si Pemberi

Kelompok warga yang mengaku diberi/dijanjikan akan diberi imbalan jika memilih calon/partai yang tertentu, dukungan terhadap Anies – Muhaimin dan Ganjar – Mahfud lebih besar.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pada kelompok warga yang mengaku diberi/dijanjikan akan diberi imbalan jika memilih calon/partai [pada Pemilu 2024] yang tertentu, dukungan terhadap Anies – Muhaimin dan Ganjar – Mahfud lebih besar. Ini kemungkinan besar karena tawaran tersebut lebih banyak berasal dari PKB dan PDIP.

Data diperoleh dari Rilis Temuan Survei Nasional: Evaluasi Publik atas Pelaksanaan Pemilu 2024 dan Isu-Isu Malpraktek Elektoral dari Indikator pada Rabu (28/2). Survei  dilakukan 18-21 Februari 2024 dan diumumkan Rabu (28/2).

  • Sampel dipilih melalui metode Random Digit Dialing (RDD) sebanyak 1227 responden.
  • RDD adalah proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
  • Margin of error survei diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.
  • Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang
    dilatih.

BACA JUGA

BANSOS DAN SERANGAN FAJAR

  • Sekitar 22,5% warga menerima bansos dari pemerintah dalam beberapa bulan terakhir
    jelang pemilu 2024.
  • Efek bansos terhadap pilihan capres-cawapres tidak besar, juga tampak tidak secara
    langsung. Kelompok yang menerima bansos cenderung lebih tinggi tingkat kepuasannya
    terhadap kinerja Presiden, dan kelompok yang semakin puas dengan kinerja Presiden dalam
    banyak temuan survei cenderung memilih Prabowo – Gibran.
  • Sekitar 18,4% warga mengaku diberi/dijanjikan diberi imbalan untuk memilih salah satu calon atau partai menjelang pemungutan suara 14 Februari lalu, mayoritas tidak ada yang
    memberi atau menjanjikan imbalan.
  • Pada kelompok warga yang mengaku diberi/dijanjikan akan diberi imbalan jika memilih
    calon/partai yang tertentu, dukungan terhadap Anies – Muhaimin dan Ganjar – Mahfud
    lebih besar. Ini kemungkinan besar karena tawaran tersebut lebih banyak berasal dari PKB
    dan PDIP.
BACA DEH  Salah Gunakan Pelat Dinas TNI, Ini Ancaman Hukumannya

BACA JUGA

Kesimpulan survei itu  merujuk pada pertanyaan:

– Menjelang pemungutan suara 14 Februari lalu, apakah ada orang yang memberi atau menjanjikan memberi imbalan (uang, barang, dll.) untuk memilih salah satu calon presiden/wakil presiden atau partai? 18,4 persen mengatakan ya, 80,3 mengatakan tidak ada dan 1,4 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Mereka yang menjawab ya 18,1 persen, 80,5 persen tidak, 1,3 tidak tahu/tidak jawab. Dari 18,1 persen, 29,2 persen dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, 48,1 persen Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, 22,7 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

– Calon/Partai pemberi serangan fajar (base menerima imbalan), jika ada dari Capres/Cawapres mana:

  • Ganjar-Mahfud : 21.1 persen
  • Prabowo-Gibran: 20,1 persen
  • Anies-Muhaimin: 16,9 persen
  • Tidak tahu/tidak jawab: 41,2 persen

Lalu, jika ada, dari partai/calon partai mana?

  • PKB: 13,9 persen
  • PDI-P: 12,6 persen
  • Golkar: 7,6 persen
  • Gelora: 7,4 persen
  • Gerindra: 6,8 persen
  • Nasdem: 5,3 persen
  • Hanura: 4,4 persen
  • Demokrat: 3,6 persen
  • PKS: 2,7 persen
  • PAN: 1 persen
  • PPP: 0,4 persen
  • Perindo: 0,2 persen
  • PSI: 0,2 persen
  • Ummat: 0,1 persen
  • PBB: 0,0 persen
  • Buruh: 0,0 persen
  • PKN: 0,0 persen
  • Garuda: 0,0 persen
  • Tidak Tahu/Tidak Jawab: 0,0 persen

 

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Piala Asia U-23: Indonesia Hajar Australia 1-0, Qatar Menang

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Tim U-23 Indonesia menang 1-0 dari Australia di laga kedua Grup A Piala Asia U-23 di...