Minggu, 2 Oktober 2022

Bahar bin Smith di Karni Ilyas Club: Risiko Terkecil Saya Penjara, Risiko Terbesar Dibunuh

Bahar bin Smith yang dipanggil dengan sebutan Habib oleh para pengikutnya tampil di kanal YouTube Karni Ilyas Club milik wartawan senior Karni Ilyas.

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Bahar bin Smith yang dipanggil dengan sebutan Habib oleh para pengikutnya tampil di kanal YouTube Karni Ilyas Club milik wartawan senior Karni Ilyas.

Bahar bin Smith mengaku akan terus melawan kemungkaran dan kedzaliman yang ada di depan matanya walaupun harus menanggung risiko.

“Risiko paling kecil saya di penjara, risiko terbesar ya dibunuh. Bisa jadi seperti itu. Saya mengambil risiko itu demi apa? Demi Islam, demi bangsa, demi rakyat.”

Begitu kata Habib Bahar dalam wawancaranya dengan Karni Ilyas yang tayang pada Kamis 23 Desember 2021.

Bahar bin Smith menyebut bahwa dalam setiap pledoi di persidangan yang dijalani dia menyampaikan sumpahnya untuk memerangi kemungkaran.

“Setiap sidang, selalu di akhir pledoi saya, saya Bahar bin Simth bersumpah demi Allah selama kedua mata saya masih terbuka untuk melihat kemungkaran dan kedzaliman, maka selama itu saya tidak akan pernah tunduk kepada kemungkaran dan kedzaliman tersebut. Itu sumpah saya!”

Hukum Mengucapkan Selamat Natal: Ini Pandangan Buya Arrazy

Sebelumnya, Bahar bin Smithsepertinya bakal berhadapan dengan kasus hukum menyusul laporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan perbuatan yang menyinggung SARA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengonfirmasi hal tersebut pada media.

Laporan tersebut menurut dia terdaftar dengan nomor nomor LP/B/6354/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya yang masuk pada 17 Desember 2021.

“Terkait dengan SARA,” ujar dia pada media Senin 20 Desember 2021. Zulpan tidak memberi informasi lebih lanjut tentang laporan tersebut.

Dua pekan belakangan ini, ramai beredar video ceramah Bahar bin Smith di medio sosial yang isinya menyindir keras Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Bahar bin Smith dalam ceramahnnya meledek Jenderal Dudung sebagai Jenderal Baliho karena KSAD, semasa menjabat Pangdam Jaya, itulah yang memerintahkan penurunan baliho Rizieq Shihab.

Lalu Bahar bin Smith juga menyindir Jenderal Dudung terkait OPM. “Ada satu jenderal, namanya jenderal baliho. OPM dirangkul, ormas Islam dimusuhi.”

Bahkan, Bahar bin Smith memandang jika tak ada ulama Arab datang ke Indonesia. maka Jenderal Dudung kemungkinan masih menyembah pohon.

- Advertisement -

“Kalau tidak ada para ulama, para habaib yang datang dari Arab ke Indonesia, si Dudung masih nyembah pohon,” ujarnya.

Cucu Buya Hamka: Jangan Catut Nama Kakek Soal Fatwa Haram Mengucapkan Selamat Natal

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Sebanyak 7 Juta Buruh Belum Terima BSU 2022, Kapan Nih Bu Menteri Ida 

 TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Pemerintah sudah memberikan Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2022 pada sebanyak  7,07 orang pekerja yang masing-masing...