Update BMKG: Gempa NTT M 7,4 Berpotensi Tsunami pada 4 Wilayah

BMKG memperbaharui informasi mengenai gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Gempa berkekuatan 7,4 M dan berpotensi tsunami

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbaharui data tentang gempa di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Data terakhir BMKG melaporkan gempa bumi di NTT ini berkekuatan 7,4 M berpusat di 113 kilometer Barat Laut Larantuka dan berpotensi tsunami. 

Tsunami sudah terdeteksi di Marapokot setinggi 0,07 meter.

Selain itu ada di Reo setinggi 0,07 meter.

BMKG melaporkan berdasarkan permodelan mereka tsunami akan tiba di beberapa wilayah NTT. 

Wilayah tersebut adalah : 

Flores Timur Bagian Utara : status peringatan Waspada

Pulau Sikka  status peringatan Waspada

Sikka Bagian Utara status peringatan Waspada

Pulau Lembata status peringatan Waspada

“Ikuti  arahan peringatan dini TSUNAMI dari BPBD, BNPB dan BMKG,” tulis BMKG. 

BACA JUGA: BENARKAH BUYA HAMKA HARAMKAN MUSLIM UCAPKAN SELAMAT NATAL 

Status waspada artinya: 

Pemerintah Provinsi/Kab/Kota yang berada pada status “Waspada” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai. 

Cukai Hasil Tembakau Naik 12%, Siap-siap Harga Rokok Juga Naik

RIBUAN GEMPA BUMI

Hingga Oktober 2021 BMKG melaporkan sebanyak 844 kali gempa bumi di Indonesia.

Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan September sebanyak 805 kali.

Selama Oktober 2021 aktivitas gempa di wilayah Indonesia didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 yang terjadi sebanyak 831 kali.

Jumlah aktivitas gempa kecil ini mengalami peningkatan jika dibanding September yang terjadi sebanyak 794 kali.

Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 selama Oktober 2021 terjadi sebanyak 13 kali atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan September yang terjadi 11 kali.

Gempa dengan guncangan dirasakan selama Oktober 2021 terjadi sebanyak 71 kali.

Jumlah gempa dirasakan mengalami peningkatan jika dibanding September yakni 61 kali. Jumlah gempa dirasakan ini di luar aktivitas gempa swarm yang terjadi di Banyubiru, Ambarawa dan sekitarnya, karena gempa yang terjadi sebagian besar dirasakan warga.

Indonesia mengalami ribuan gempa bumi  tiap tahunnya.

BACA JUGA: WHO SEBUT VARIAN OMICRON CEPAT MENYEBAR DAN KURANGI KEAMPUHAN VAKSIN 

Jumlah gempa bumi yang tercatat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencapai 8.264 kali sepanjang 2020.

Angka tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencetak hingga 11.515 gempa.

Mayoritas gempa berkekuatan kurang dari Magnitudo 5 terjadi 8.020 kali.

Sementara itu, gempa berkekuatan lebih dari Magnitudo 5 terjadi 244 kali.

Maret merupakan bulan dengan kejadian gempa bumi terbanyak hingga 965 kali guncangan atau 11,7 persen dari total gempa bumi pada 2020.

Letusan Gunung Semeru: Pemerintah Sudah Prediksi Erupsi meski Status Waspada

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Ingat, Di Tempat dan Komunitas Ini Tetap Wajib Masker Lho

TENTANGKITA.CO, JAKARTA -- Pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan terkait pencegahan pandemi Covid-19 dengan memperbolehkan masyarakat untuk tidak memakai masker...