Kamis, 7 Juli 2022

Mau Punya Rumah Sendiri, Kamu Harus Nabung Sejak Dini

Perlu upaya ekstra untuk bisa memiliki rumah sendiri, karena rumah merupakan pengeluaran pribadi terbesar kebanyakan orang selama hidupnya

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, JAKARTA – Memiliki rumah sendiri bukan hanya sebuah investasi, tapi sekaligus legasi dan gengsi (kebanggaan). 

Sebab itu punya rumah sendiri harus jadi prioritas tertinggi dalam hidup seseorang. 

Memang, perlu upaya ekstra untuk bisa memiliki rumah sendiri, karena rumah merupakan pengeluaran pribadi terbesar kebanyakan orang selama hidupnya. 

Kita harus menelisik sekian banyak rumah, memilih dan mengerucutkannya jadi beberapa sesuai kriteria dan preferensi masing-masing, sebelum memilih dan membeli salah satunya. 

Karena menjadi pengeluaran terbesar dan perlu usaha ekstra untuk bisa punya rumah, membeli rumah harus direncanakan dengan seksama dengan menabung uang mukanya sejak dini. 

Nah, gaya hidup sering jadi kendala kita untuk disiplin menabung. Kita sering sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang bila tidak terpenuhi bisa mengancam kelangsungan hidup kita. Sedangkan keinginan adalah hasrat yang jika tak terpenuhi tidak akan mengganggu hidup kita. 

Gadget mungkin sudah jadi kebutuhan orang saat ini, selain pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan hunian. 

Tapi, gadget yang harus selalu nge-tren, dan kongkow atau traveling ke tempat-tempat favorit adalah keinginan, bukan kebutuhan. 

Kalau hasrat lebih didahulukan, kita tidak akan pernah bisa menabung. Bila tidak disiplin menabung uang mukanya, punya rumah hanya tinggal mimpi. 

Untuk itu strategi menabung perlu diubah. Kalau biasanya kita menabung sisa pendapatan setiap bulan, kini dibalik. Menabung dulu, misalnya 10–20  persen dari penghasilan, baru menggunakan sisanya untuk pengeluaran bulanan. 

Agar disiplin melakukannya, produk tabungan rumah atau tabungan berjangka yang ditawarkan bank bisa jadi solusi. 

Dengan produk itu, sekian persen dari gaji per bulan langsung didebit ke rekening tabungan tersebut. Jadi, depe rumah pun cepat tersedia. 

Banyak bank yang menyediakan produk tabungan rumah itu, seperti Bank BTN, Bank Permata, Bank Artha Graha, HSBC, Hana Bank, dan lain-lain. Kamu bisa menghubungi salah satu atau beberapa di antaranya. 

Dengan produk tabungan uang muka rumah itu, kita juga bisa mendapat imbalan bunga lebih tinggi. 

- Advertisement -

Selain itu kelak kita juga jadi lebih mudah mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank yang bersangkutan. 

Misalnya, untuk rumah seharga Rp500 juta, depe berikut biaya KPR-nya katakanlah Rp75 juta (15%). 

Bila rumah akan dibeli tiga tahun kemudian, dengan asumsi uang mukanya 15% dan kenaikan harganya rata-rata 10% per tahun, kita perlu menabung sejak sekarang minimal Rp2,7 juta per bulan. 

Menurut Anton Sitorus, Kepala Riset Savills Indonesia, salah satu perusahaan konsultan properti asing di Indonesia, saat pandemi ini merupakan timing yang tepat membeli rumah karena pasar masih lesu, developer, bank, dan pemerintah ramai menawarkan insentif, dan perumahan favorit banyak melansir rumah kecil yang lebih terjangkau harganya. 

“Nanti kalau pasar mulai pulih, harga rumah pasti melesat dan rumah-rumah kecil itu tidak ditawarkan lagi,” katanya. 

Ia menambahkan, harga rumah di perkotaan selalu meningkat lebih cepat dibanding kenaikan pendapatan konsumen. Kalau tidak disiplin menabung sejak dini, anda akan makin sulit punya rumah. 

Seperti dikatakan artis Daniel Mananta dalam sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu, tabungan rumah yang ditawarkan bank-bank itu merupakan solusi menarik, karena kebanyakan orang memang sukar untuk self discipline. 

“Dengan tabungan seperti itu, bank menjadi semacam personal trainer yang mendisiplinkan kita menabung,” kata pria yang rajin berolah raga itu. 

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Menkeu Ajak Stakeholders Kembangkan Pasar Pembiayaan Perumahan

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengajak stakeholders dapat bersinergi dalam mendorong pengembangan pasar pembiayaan perumahan di Indonesia. Menkeu...

We would like to keep you updated with special notifications. Optionally you can also enter your phone number to receive SMS updates.