Jumat, 2 Desember 2022

Cerita Ridwan Kamil Keliling Dunia Bawa Buku Menu Investasi Jabar 

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, YOGYAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan cerita dia berkeliling dunia dengan membawa buku menu mengundang investor datang ke wilayahnya.   

“Rezeki itu harus dijemput bukan ditunggu. Ibarat jaga warung, jika hanya menunggu pelanggan datang maka ekonomi tidak jalan. 

“Kami melakukan politik ketok pintu. Bayangkan saya sepedaan dan motoran dengan banyak dubes, sampai tukaran batik dengan Dubes Korea,” kata dia.

Pada periode Januari-September 2021, realisasi investasi di Jawa Barat menjadi yang tertinggi di Indonesia sebesar Rp107 triliun.  

Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil berkeliling dunia menawarkan peluang investasi dengan membawa buku khusus soal project investasi berikut dengan harga yang ditawarkan. 

“Itulah kenapa investasi Jawa Barat jadi nomor satu karena kita ketok pintu. Saya selalu bawa buku menu,” ujar dia.  

“Misalnya buka halaman enam, ada proyek energi, ada proyek rumah sakit dan ini harganya. Proaktif dan ketok pintu,” jelasnya.

Ridwan mengaku ada sistem yang tidak mendukung investasi di daerah. 

Menurut dia banyak kebijakan menunggu arahan dari pemerintah pusat soal kerja sama investasi dari negara lain yang tidak mendukung. 

Peluang kerja sama tersebut bisa diambil dari daerah dengan proaktif, namun seringkali provinsi tidak memiliki SDM yang cukup mumpuni di bidang hubungan internasional. 

“Saya pernah bilang ke Bu Menlu, tolong kami dikasih diplomat. Pegawai kemenlu tapi ngantornya ke gedung sate. Tapi tidak disetujui, akhirnya saya harus keliling dunia,” ujar dia. 

Fitch: Omicron Hambat Pemulihan Industri Penerbangan Global

Karir politik 

Ridwan Kamil mengakui akan memutuskan kelanjutan karir politiknya di Jawa Barat atau maju dalam pemilihan presiden 2024, pada tahun depan. 

Tahun depan dia akan siap terjun total di partai politik dan berjuang sepenuhnya. 

“Tapi tahun depan saya akan masuk Parpol. Saya belum tahu (partai apa), yang pasti paling Pancasilais, saya di situ,” kata Ridwan Kamil saat menjadi narasumber dalam diskusi Fisipol Leadership Forum: Road to 2024, di Kampus Fisipol UGM, Kamis 12 Desember 2021. 

“Saya tahu diri. Kalau tidak diterima atau tidak ada partai mengusung (menjadi Capres 2024), paling realistis menu politik saya adalah melanjutkan menu (pilkada) Gubernur jilid dua,” ujar dia. 

- Advertisement -

Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil akan memilih partai dengan citra kuat ideologi Pancasila, sebagai bentuk politik jalan tengah yang bisa diterima masyarakat. 

“Politik jalan tengah yang saya pilih. Bagi saya jalan tengah itu kebutuhan kita hari ini untuk merangkul. Agar tidak terlalu ke kanan dan ke kiri. Meski dianggap tidak jelas,” paparnya.

Soal pencalonan, dia mengaku hanya bisa menunggu karena yang memiliki legitimasi mencalonkan adalah partai politik. 

“Saya tunggu pintunya dibuka karena yang punya kuncinya kan ada di partai politik,” kata dia.

Ketika Presiden Jokowi Paparkan Soal Mekaar PNM di KTT G20 Italia

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KJP Desember 2022 Sudah Cair, Ini Besaran Dana Terbaru dan Penerimanya!

  TENTANGKITA - KJP Desember 2022 sudah cair, hal ini tentu jadi kabar baik bagi masyarakat DKI Jakarta yang menantikannya. KJP...