Minggu, 26 Mei 2024

Weleh, Kurang Tidur Bisa Berefek ke Penyakit Kardiovaskular Seperti Jantung Koroner dan Diabetes Lho!

Para peneliti juga menemukan bahwa kejadian penyakit jantung paling rendah terjadi pada mereka yang tidur antara pukul 22.00 hingga 23.00.

Hot News

TENTANGKITA.CO – Benar adanya syair lagu Rhoma Irama yang menyatakan “begadang jangan begadang, kalau tiada artinya….”.

Kurang tidur ternyata bisa berefek ke mana-mana. Yang pasti itu tidak baik dan mengganggu kesehatan tubuh manusia.

Hasil studi yang diterbitkan oleh European Heart Journal-Digital Health pada November 2022 menyebutkan bahwa ada keterkaitan antara waktu seseorang mulai tidur dan penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA: Tidak Terdaftar dalam Pendataan Penerima KJP Tahap 1 Tahun 2023? Cepat Lakukan Ini!

BACA JUGA: Siap-siap, Dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2023 akan Cair: Bisa Cek Daftar Penerima Lewat HP Kok

Penelitian yang dilansir oleh Times of India pada 19 Januari 2023 seperti dikutip pmjnews.com, menemukan bahwa kurang tidur berhubungan dengan beberapa penyakit seperti jantung koroner, diabetes melitus atau gangguan toleransi glukosa.

“Kurang tidur juga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, detak jantung dan vasokonstriksi serta retensi garam. Faktor-faktor ini terkait dengan hipertensi yang disebabkan oleh overdrive jantung dan volume yang berlebihan,” begitu bunyi hasil studi tersebut.

Ada 88.026 individu di Biobank Inggris yang dipantau dalam studi tersebut antara tahun 2006 dan 2010. Usia rata-rata peserta adalah 61 tahun.

Dari studi tersebut, para peserta kemudian didiagnosa dengan hasil sebagian memiliki penyakit kardiovaskular yang didefinisikan sebagai serangan jantung, gagal jantung, penyakit jantung iskemik kronis, stroke dan serangan iskemik transien.

BACA JUGA: KJP Bulan Maret 2023 Kapan Cair: Zaman Pj Gubernur Heru Lebih Lancar!

BACA JUGA: Kartu Prakerja Gelombang 49 atau Gelombang 2 Tahun 2023 Siap Dibuka: Tenang, Kuota Peserta akan Diperbanyak

Peneliti menemukan bahwa penyakit kardiovaskular adalah yang tertinggi pada mereka yang tidur tengah malam atau setelahnya. Tidur selama waku ini meningkatkan risiko hingga 25 persen.

Para peneliti juga menemukan bahwa kejadian penyakit jantung paling rendah terjadi pada mereka yang tidur antara pukul 22.00 hingga 23.00.

Para peneliti menemukan bahwa saat tidur antara pukul 23.00 hingga tengah malam meningkatkan risiko hingga 12%, hal itu juga meningkatkan risiko sebesar 24 persen saat waktu tidur sebelum pukul 22.00.

BACA JUGA: Pendataan Penerima KJP Plus Tahap 1 Tahun 2023: Yuk Cek and Ricek

BACA JUGA: KJP Maret 2023 Kapan Cair? Ada Kemungkinan Bareng Kartu Lansia Jakarta atau KLJ 2023 Ya

Sebanyak 3.172 peserta telah mengembangkan masalah terkait jantung selama masa studi. Semoga bermanfaat.***

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (1): Tawar Menawar ABRI vs DPR, Soeharto Mundur

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei...