Rabu, 17 April 2024

Startup di 4 Sektor Unggulan Ini yang Diincar KemenkopUKM

Keterbatasan pendanaan, memaksa startup amat bergantung dengan model pembiayaan dari angel investor dan modal ventura termasuk impact fund atau tech capital.

Hot News

TENTANGKITA.CO, YOGYAKARTA – Ada 4 sektor unggulan yang akan menjadi fokus pengembangan startup atau perusahaan rintisan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM).

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut startup di 4 sektor unggulan yang menjadi fokus pengembangan lembaganya adalah agribisnis, akuakultur, bisnis ramah lingkungan, dan teknologi.

MenkopUMK Teten Masduki berharap pengembangan startup 4 sektor unggulan tersebut akan berdampak positif secara signifikan terhadap perekonomian dan kondisi sosial secara nasional.

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Teten Masduki dalam lokakarya bertema Unlocking Global Success: Empowering MSMEs and Startups with Relevant Strategies and Pitching Mastery di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu 27 Maret 2024.

Menurut data KemenkopUKM, saat ini tercatat sedikitnya 2.605 startup yang ada di Indonesia. Dengan angka itu, Indonesia menjadi negara keenam dengan startup terbanyak di dunia.

Keberadaan startup tersebut juga bukan kaleng-kaleng kalau dilihat dari sisi valuasi. Saat ini sudah 15 startup lokal yang membesar menjadi unicorn dan decacorn.

Meski begitu, menurut laman siaran pers KemenkopUKM, startup yang sudah menjadi rakasasa itu mayoritas bergerak di sektor perdagangan dan jasa pembiayaan.

Sementara itu, sumbangsih kegiatan di dua sektor tersebut untuk mendongkrak produk domestik bruto (PDB) nasional dan kesejahteraan masyarakat relatif kecil.

“Ekosistem startup kita memang masih belum sebaik seperti Korea Selatan, Jepang, Belanda, atau Inggris. Tapi kami yakin banyak investor yang ingin masuk di startup asal kita siapkan mereka dengan baik, kita lakukan bisnis matching dan fasilitasi,” kata MenkopUKM Teten Masduki.

Dalam pandangan dia, startup di 4 sektor unggulan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang. Untuk itu, menurut MenkopUKM Teten Masduki, ada empat tahapan yang harus menjadi perhatian pemerintah dan stakeholders.

Keempat tahapan yang dimaksudkan oleh Teten Masduki adalah:

BACA DEH  Saat Lebaran Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 30 Persen

– Kesesuaian dalam memberikan solusi suatu masalah (problem solution fit)

– Kesesuaian pasar produk (product market fit)

– Kesesuaian model bisnis (business model fit)

– Keberlanjutan bisnis (sustainability over time).

“Fase pertama dan kedua menjadi tahapan yang paling kritis sehingga diperlukan sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Teten Masduki seperti dilansir laman KemenkopUKM.

BACA JUGA: Penetapan Penerima KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Masuk Babak Akhir, Verifikasi Dinas Pendidikan DKI

DUKUNGAN PENDANAAN

MenkopUKM menyebut salah satu lagu lama yang menjadi kendala dalam mengembangkan startup adalah soal finansial.

Keterbatasan pendanaan, memaksa startup amat bergantung dengan model pembiayaan dari angel investor dan modal ventura termasuk impact fund atau tech capital.

“Saya mengajak perusahaan modal ventura, bank, perusahaan fintech, aplikasi pendukung keuangan, dan lembaga donor untuk bersama-sama membantu startup dalam mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” ungkap MenkopUKM Teten Masduki.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UGM Ova Emilia menegaskan kesiapannya untuk membangun kerja sama dan sinergi yang kuat dengan pemerintah khususnya KemenKopUKM dalam mengembangkan ekosistem bisnis bagi startup dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang lebih sehat.

Menurut Rektor UGM, mengembangkan ekosistem usaha yang berbasis digital merupakan keharusan agar produktivitas dan daya saing bisa meningkat.

“UGM sangat siap dan berkomitmen untuk memperkuat kerja sama melalui penguatan sistem unggulan yang berimpact pada sosial ekonomi masyarakat,” kata Ova Emilia.

Rektor UGM itu juga mengapresiasi berbagai inisiatif dan kebijakan dari KemenKopUKM dalam mendorong peningkatan ekosistem bisnis berbasis startup dan UMKM.

Menurut Ova Emilia, berbagai inisiatif tersebut telah memberikan ruang yang lebih besar bagi startup dan UMKM untuk meningkatkan jejaring pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

BACA DEH  Saat Lebaran Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 30 Persen

“Kami tidak ragu lagi atas peran dari KemenkopUKM. Kita ketahui bersama bahwa UMKM terbukti menjadi sektor yang mampu bertahan dalam situasi krisis apapun,” kata Ova.

UK Development For ASEAN & Indonesia, Amanda McLoughLin menambahkan, kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Salah satu kegiatan yang sudah berjalan adalah inisiatif program pemberdayaan perempuan di Surabaya, Jawa Timur.

“Kami menyadari bahwa dukungan bukan hanya tentang memberikan akses pembiayaan, melainkan juga melalui pembekalan para startup dengan keterampilan yang diperlukan, sehingga dapat berkembang dan bersaing di pasar yang saat ini semakin kompetitif,” kata Amanda McLoughLin.

Dalam acara Unlocking Global Success: Empowering MSMEs and Startups with Relevant Strategies and Pitching Mastery, kata Amanda, pihaknya juga berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pakar dari beberapa lembaga penting di bidang kewirausahaan seperti MIT Reap.

“Saya berharap dengan langkah ini dapat memperluas akses mentoring bagi para startup sehingga mereka bisa mendapat pandangan yang beragam dan lebih luas,” ujar Amanda McLoughLin.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KLJ, KAJ, KPDJ Tahap 2 Januari-Februari 2024 dan Maret-April, Ini Prediksi Tanggal Cair

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menyalurkan dana Bansos berupa KLJ, KAJ, KPDJ pada tahun 2024 tidak...