Jumat, 19 April 2024

Ternak Ayam Kampung, Ini yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mulai Usaha

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Ada hal penting yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha ternak ayam kampung, jangan salah langkah, bisa boncos.

Sebelum memulai usaha ternak ayam kampung, paling utama adalah jangan tergiur dengan keberhasilan peternak lain dan ingin meniru agar cepat menyusul. Jangan asal meniru, karena masing-masing peternak punya karakteristik yang tidak sama, seperti kondisi lahan, kemampuan mendapatkan pakan dan lain-lain.

Belajar dari channel Youtube “Peternak Cupu”, kita harus tetapkan dulu niat awal mengapa menjadi peternak ayam kampung. 

Tentukan dulu apa yang akan kita jual, apakah daging atau telur atau keduanya. 

Ada juga jualan bibit ayam petarung atau aduan, bisa ke ayam bangkok. Bisa juga jual suara, yaitu ayam bekisar, atau ayam hias.

Tapi kali ini kita fokus ke ayam kampung, maka pilihannya hanya ada dua yaitu jalur pedaging atau jalur petelur. 

Jika ingin jadi peternak ayam kampung yang fokus pada pedaging maka yang perlu kita persiapkan adalah pemilihan bibit. Ada banyak jenis ayam kampung, ada KUB, Joper, Sensi, Gausi, hingga Ulu. 

Setelah bibit ditentukan, kita siapkan kandang. Kandang pembesaran membutuhkan dua jenis, yaitu kandang untuk usia 0-21 dan kandang pembesaran. 

Setelah masalah kandang selesai, saatnya bicara pakan. Pada masa pembesaran ayam kampung ini butuh pakan berkualitas sangat tinggi. Pangan pabrikan seperti 511 atau BR bisa digunakan karena punya kandungan protein yang tinggi. 

Pada masa pembesaran ini  juga bisa digunakan pakan alternatif atau pakan gratis, bisa juga dengan pakan fermentasi racikan sendiri. 

Dalam pembesaran, kita memang mengejar bobot ayam. Makin cepat masa panen, maka semakin baik, lebih efisien dari segi biaya pakan.

BACA DEH  Saat Lebaran Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 30 Persen

Tapi sesuai pengalaman, bobot ayam jika menggunakan pakan alternatif tidak akan mencapai target dalam umur 40-60 hari.   

Jika ingin fokus pada daging ayam, disarankan materi yang cocok untuk pedaging. Jenisnya antara lain “ayam gaok”, hingga “ayam pelung” khusus untuk pedaging, bukan suaranya. Ada juga jenis ayam kampung yang cocok untuk pedaging, yaitu “indio gigante”. 

“Jadi ternak ayam kampung juga harus dari jenis yang punya keunggulan. Dari DOC kita bisa jual, atau dari telur fertile,” ujar narator dalam channel “Peternak cupu”.

Untuk kadang, bisa gunakan kandang 1x 1 meter yang bisa memuat satu jantan tiga betina atau satu jantan empat betina. Bisa juga gunakan kandang box umbaran, dengan ukuran 1 x 2 m cukup untuk  menampung satu jantan dan 5/6 betina.

“Di indukan ini tidak perlu menggunakan pakan seperti pembesaran, karena fokusnya yang penting ayam bisa menghasilkan telur dan DOC. Jadi bisa menggunakan pakan racikan sendiri, seperti dedak dicampur jagung dan konsentrat,” ujar dia.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Piala Asia U-23: Indonesia Hajar Australia 1-0, Qatar Menang

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Tim U-23 Indonesia menang 1-0 dari Australia di laga kedua Grup A Piala Asia U-23 di...