Minggu, 26 Mei 2024

Arief Mulyadi Terima Anugerah CEO Terbaik Tiga Tahun Berturut-turut versi TOP BUMN Bisnis Indonesia

Sejarah panjang karier Arief Mulyadi di PNM adalah sepanjang usia keberadaan BUMN yang dibentuk pada 1999 oleh Presiden BJ Habibie.

Hot News

TENTANGKITA.CO, JAKARTA – Dirut PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi, menerima lagi penghargaan The Best CEO: Excellent In Sustainable Business Growth dalam gelaran TOP BUMN Awards 2023

Dengan keberhasilan tahun ini, berarti Arief Mulyadi mencatat tiga tahun berturut-turut sebagai penerima anugerah dari gelaran tahunan TOP BUMN Bisnis Indonesia Group, kelompok media ekonomi bisnis nomor satu di Indonesia.

Acara penyerahan TOP BUMN Awards—apresiasi Bisnis Indonesia Group kepada BUMN—tahun ini yang mengambil tajuk Competitivenes, Innovation, and Prosperity berlangsung kemarin, Kamis 30 November 2023.

“Penghargaan ini sejatinya adalah untuk seluruh Insan PNM. Semoga anugerah ini menambah semangat kami dan seluruh Insan PNM di seluruh Indonesia untuk terus tumbuh,” kata Arief Mulyadi kepada tentangkita.co.

Pada tahun lalu, orang nomor satu di badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di pembiayaan ultramikro ini juga meraih penghargaan Most Admired CEO gelaran TOP BUMN Award.

BACA JUGA: Generasi Milenial Kerja 6 Tahun Bisa Bangun Rumah? Simak Pengalaman Nuni Yulianti, Insan PNM, Ini Deh

Keberhasilan itu melanjutkan pencapaian pada periode setahun sebelumnya. Pada 2021, Arief Mulyadi dinobatkan sebagai TOP CEO In Sustainable Business Growth kategori Perusahaan BUMN Sektor Keuangan Dengan Aset di atas Rp15 Triliun.

Sebagai BUMN pembiayaan ultramikro, PNM memiliki nasabah dalam jumlah jumbo. Menurut Arief Mulyadi, PNM sudah memiliki 14,8 juta nasabah aktif di September 2023.

Nasabah PNM yang kebanyakan perempuan itu tersebar di di 6.050 kecamatan, 434 kabupaten/kota, 35 provinsi.

“Tinggal di 3 provinsi hasil pemekaran wilayah yang kami belum memiliki perwakilan. Ya, sekitar 80 sampai 90 kabupaten atau kota yang belum tersentuh,” kata Arief Mulyadi.

Keberadaan PNM, menurut Arief Mulyadi, sejalan dengan keinginan pemerintah untuk membuka akses kepada masyarakat untuk mengaktualisasikan kemampuan produktifnya lewat dukungan dari pembiayaan.

Perusahaan pembiayaan ultramikro pelat merah ini juga berkomitmen untuk menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan roda usaha mereka.

Hal lain yang tidak kalah penting, menurut Arief Mulyadi, PNM terus melakukan digitalisasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Keberkahan kami berada dalam holding ultramikro dan BRI Grup sehingga makin mengakselerasi kami dalam berdigitalisasi,” ujarnya.

Menurut Arief Mulyadi, transaksi nontunai atau cashless di PNM sudah mencapai 98% dengan hampir 100% nasabah BUMN itu adalah penabung di BRI.

BACA JUGA: Celoteh Cing Abdel: Namanya Umur, Gak Ada yang Tau!

KARIER LULUSAN UNSOED

Sejarah panjang karier Arief Mulyadi di PNM adalah sepanjang usia keberadaan BUMN yang dibentuk pada 1999 oleh Presiden BJ Habibie.

Di tahun itu, lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini memulai karier sebagai Account Officer (AO). Jadi hampir 25 tahun Arief Mulyadi bersama PNM.

Tahun demi tahun, karier Arief Mulyadi semakin moncer. Dia sempat menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko di perusahaan pelat merah itu.

Hingga puncaknya ketika Menteri BUMN Rini Soemarno ketika itu menunjuk dia sebagai Dirut PNM pada 13 Februari 2018.

Penunjukan itu berdasarkan SK Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PNM Nomor: SK-40/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan.

Kursi Direktur Utama tersebut nyatanya langgeng hingga kini, RUPS PNM tahun 2022 juga mengangkat kembali Arief Mulyadi menjadi Direktur Utama.

Keberhasilan Arief Mulyadi menakhodai PNM tergambar dengan melesatnya jumlah nasabah yang mayoritas adalah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau PNM Mekaar.

Ketika Arief Mulyadi menjabat orang nomor satu di PNM, nasabah Mekaar masih berada di bawah angka 2 juta nasabah. Jumlah itu kemudian melonjak tajam selama tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA: PNM Mulai Transformasi ke Bisnis Digital, Sambut Nasabah Gen Z dan Milenial  

Sampai dengan September 2023, jumlah nasabah Mekaar sudah mencapai angka 14,8 juta orang. Menteri BUMN Erick Thohir bahkan mematok target untuk PNM Mekaar sampai dengan tahun ini sebanyak 15 juta nasabah.

Sebagai sebuah program, Mekaar menjadi salah satu andalan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam urusan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pemberdayaan perempuan. Pasalnya, hampir 100 persen nasabah PNM Mekaar adalah para Kaum Ibu.

Tidak heran kalau perkembangan Mekaar—sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap UMKM dan perempuan—disampaikan Kepala Negara dalam pertemuan para pemimpin negara maju G20 di Roma, Italia, pada Oktober 2021.

“Dalam Bahasa Inggris, Mekar berarti to grow, to blossom. Melambangkan semangat bagi tumbuh berkembangnya peran ekonomi perempuan,” kata Kepala Negara di pertemuan G20 di Roma pada 2021 itu.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (1): Tawar Menawar ABRI vs DPR, Soeharto Mundur

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei...