Jumat, 2 Desember 2022

Pesawat N219A Jenis Amphibi Perkuat Dirgantara Indonesia

Hot News
Share This:

TENTANGKITA, BANDUNG — Industri kedirgantaraan nasional kini semakin berkembang pesat, salah satunya pesawat N219 yang terus dikembangkan demi menunjang kebutuhan transportasi dalam negeri.

Terkait dengan hal itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia G L Kalake melaksanakan kunjungan lapangan ke PT. Dirgantara Indonesia pada Jumat, 12 November 2021. BUMN iini aktif memproduksi alat kedirgantaraan khususnya pesawat terbang.

Pesawat N219 merupakan pesawat komersial yang sedang dikembangkan yaitu dengan diproduksinya pesawat N219 jenis amphibi (N219A). Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air.

Tentunya, pesawat ini begitu sesuai dengan karakteristik Nusantara sebagai negara kepulauan. Kemenko Marves sangat mendorong pengembangan pesawat N219 Amphibi ini karena kegunaaan sangat diperlukan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

“Pesawat ini telah diproduksi dengan mengedepankan TKDN, sehingga hasil karya dalam negeri ini tentu mendukung pengembangan konektivitas darat dan laut di indonesia,” ungkap Deputi Ayodhia seperti dilansir laman Kemenko Kemaritiman dan Investasi, www.maritim.go.id.

Fleksibilitas yang dimiliki pesawat ini mampu mencakup darat, danau dan sungai besar, hingga teluk dan laut.

Selain itu, amphiport (airport untuk pesawat amphibi) dapat dibangun dengan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan airport pada umumnya.

“Pesawat ini mampu dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti layanan pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, oil and gas company, layanan kesehatan masyarakat, SAR dan penanggulangan bencana, dan pengawasan wilayah Maritim,” ungkap Batara Silaban, Direktur Produksi PTDI.

Di Indonesia, potensi market terbesar berada di bidang pariwisata. Pesawat ini tentunya juga mampu mengakomodir Pulau-Pulau 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan) yang tersebar di Indonesia.

Berbagai wilayah di Indonesia pun cukup berpotensi untuk menggunakan pesawat ini, seperti Danau Toba, Pulau Bawah Kepri, Pulau Derawan Kaltim, Raja Ampat, Wakatobi, dan Pulau Moyo.

Potensi pasar yang besar juga terlihat khususnya di Asia Pasifik. Kini, ada 150 unit pesawat aktif dan 45% dari total populasi tersebut telah memasuki masa aging.

“Jika sesuai dengan linimasa yang ada, pesawat ini diperkirakan dapat melaksanakan penerbangan pertamanya di tahun 2023,” ungkap Batara.

Pesawat ini memiliki kecepatan hingga 296 KM per jam pada ketinggian maksimal 10.000 kaki.

TENTANG BSU TAHAP 5 | TENTANG SIRKUIT MANDALIKA 

Sirkuit Mandalika tempat Word Superbike (WSBK)
Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB, yang akan menjadi tuan rumah World Superbike/kek.go.id

TAKE OFF

Dengan beban 1560 KG, pesawat mampu menempuh jarak hingga 231 KM. Take-off untuk ketinggian 35 kaki dari darat membutuhkan jarak 500 meter, sedangkan dari air, ia membutuhkan jarak hingga 1400 meter.

- Advertisement -

Kemudian untuk landing dari ketinggian 50 kaki, ia membutuhkan jarak 590 meter untuk di darat, dan 760 meter untuk di laut.

“Maximum Take-Off Weight pesawat ini mencapai 7030 KG dengan maximum landing weight 6940 KG, dengan total kapasitas bahan bakar 1600 KG,” ungkap Batara.

Dalam menyempurnakan pesawat ini, berbagai Kementerian Lembaga berkolaborasi turut andil di dalamnya. Kementerian Perhubungan, LAPAN, BPPT, dan PTDI bahu membahu memaksimalkan pengembangan pesawat ini.

Permasalahan utama yg dihadapi dalam pengembangan pesawat N219 Amphibi ini khususnya dalam hal penganggaran. Dalam perencanaan pengembangan sampai tahun 2024, anggaran tersebut dialokasikan melalui LAPAN dan BPPT.

Namun, dengan adanya perubahan organisasi, LAPAN dan BPPT masuk kedalam organisasi BRIN, mempengaruhi perencanaan pengembangan yang sudah ditetapkan sampai tahun 2024 tersebut.

Selain itu permasalahan lain seperti tingkat korosif yang tinggi karena mendarat di laut. Kemenko Marves meminta PT. DI menginventarisasikan berbagai problematika yang ada,

“Kami harap nantinya ada pertemuan lanjut antara PT. DI dan berbagai pihak, baik dengan BRIN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN,” ungkap Firdausi Manti, Asdep Industri Maritim dan Transportasi, Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

“Diharapkan industri kedirgantaraan Indonesia terus berkembang pesat dan mampu memperkuat industri dalam negeri demi masa depan bangsa,” tutup Deputi Ayodhia.

Share This:
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Ini 172 Obat Sirup yang Aman dari Cemaran EG & DG Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

TENTANGKITA.CO – Dari hasil verifikasi selama 18—29 November 2022, BPOM menyebut ada 46 obat sirup yang aman dari cemaran...