Senin, 27 Mei 2024

Ini Kebahagiaan yang akan Kamu Temukan jika Menjalankan Puasa Ramadhan

Hot News

TENTANGKITA.CO, BOGOR – Melihat langit berwarna kuning oranye, menuju detik-detik tenggelamnya matahari, itulah saat-saat kebahagiaan yang diberikan Allah pada orang yang puasa pada Ramadhan

Setelah lebih dari 13 jam menahan lapar dahaga dan nafsu-nafsu lain, kebahagiaan saat akan buka bukan jadi satu-satunya nikmat pada orang yang menjalankan puasa Ramadhan. 

Nabi Muhammad SAW sendiri yang menggambarkan momen-momen bahagia muslim yang menjalani puasa Ramadhan: 

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ 

“Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiraan ketika berbuka puasa/berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (HR Muslim).

Hadits tersebut menjabarkan tujuan kecil dan tujuan besar Ramadhan. 

Tujuan kecil kita sehari-hari adalah menemukan kebahagiaan di akhir puasa. Sedangkan tujuan utama dari puasa adalah menemukan kebahagiaan di akhir misi hidup – ketika seseorang bertemu dengan Allah.

Karena itu persiapan menghadapi Ramadhan selalu berhubungan dengan jiwa dan hati, bukan hanya persiapan fisik. 

Mengingat bahwa kebahagiaan seharusnya terjadi di penghujung hari, mendorong seseorang untuk berpuasa. 

Seseorang yang berbuat maksiat saat puasa, kecil kemungkinannya merasa bahagia jelang berbuka. Ini karena puasa lebih dilihat sebagai aktivitas fisik dibandingkan aktivitas spiritual.

Hati nurani orang yang berbuat dosa saat puasa Ramadhan membuatnya merasa bersalah dan menyesal pada akhirnya.  

Nabi Muhammad menjelaskan bahwa puasa tidak boleh dilihat hanya sebagai operasi diet:

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda: 

 مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak peduli dia telah meninggalkan makanan dan minumannya.”

BACA DEH  Yayasan Komunitas Berdaya Indonesia: Bullying di Sekolah Berdampak Panjang Bagi Mental Siswa

Ada hadits lain, 

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إلَّا السَّهَرُ

Artinya, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja.

Apa yang harus dilakukan sepanjang hari untuk memastikan ada kebahagiaan di penghujung hari?

Untuk menjawabnya kita perlu memahami sebab-sebab kebahagiaan. Mengapa orang tersebut mengalami kebahagiaan di akhir puasa?

Alasan bahagia di penghujung puasa seharian ada banyak. Berikut ini beberapa di antaranya:

Menyelesaikan Puasa 

Kebahagiaan datang saat kita berhasil menyelesaikan tugas. Sama halnya dengan puasa Ramadhan, kita berbahagia dengan buka karena telah menyelesaikan ibadah. 

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan. ( Surat  An-Nahl:54)

Senang mendapatkan hadiah

Puasa adalah ibadah yang pahalanya dijamin oleh Allah sendiri, sehingga pahalanya tidak terbatas, tergantung kehendak allah. 

Segala amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya. (Al-Bukhari)

Kebahagiaan Puasa Ramadhan: Anugrah Kesehatan

Puasa banyak membawa manfaat kesehatan bagi tubuh dan sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Kesehatan yang baik berkontribusi terhadap kebahagiaannya.

Karena itu puasa sehari meningkatkan kekuatan hati dan jiwa.

Saat berbuka puasa, ada momen terkabulnya doa. Ini adalah kesempatan untuk meminta apa pun yang menyenangkan seseorang di dunia dan di akhirat. Ibnu Umar berkata:

“Dahulu ada pepatah yang mengatakan bahwa setiap mukmin pasti ada doanya yang 

BACA DEH  Yayasan Komunitas Berdaya Indonesia: Bullying di Sekolah Berdampak Panjang Bagi Mental Siswa

Kebahagiaan Puasa Ramadhan: Bebas dari Api Neraka 

Saat matahari terbenam dan malam dimulai, seseorang bergembira atas kesempatan terbebas dari api neraka. Ini mungkin malam dimana seseorang dibebaskan. Setiap malam Ramadhan kebebasan diberikan, Nabi Muhammad bersabda:

Allah membebaskan manusia dari api, dan itu terjadi pada setiap malam. (Sahih al-Jami’)

Pola Pikir Orang yang Berpuasa

Orang yang menjalankan puasa akan punya pandangan yang berbeda terhadap puasa dibandingkan dengan orang yang mengabaikan kebahagiaan dalam puasa.

Orang-orang ini tidak mengeluh siang hari yang panas, lapar dan haus saat puasa karena tahu dia menunggu kebahagiaan yang sejati. 

Orang yang berpuasa tidak akan merasa kekurangan makanan, minuman, atau hubungan suami-istri karena kebahagiaan yang pahalanya tidak terbatas menghilangkan segala pemikiran tentang kekurangan.

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

KERUSUHAN MEI 1998 (1): Tawar Menawar ABRI vs DPR, Soeharto Mundur

TENTANGKITA.CO, JAKARTA - Kerusuhan Mei 1998 adalah peristiwa kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei...