Jumat, 19 April 2024

Kenali Tanda Diabetes pada Anak, Biasanya Sering Pipis dan Haus  

Sering buang air kecil terjadi karena tubuh perlu membuang kadar gula berlebih dibuang melalui urine. Akibatnya anak menjadi sering haus.  

Hot News

TENTANGKITA.CO, BANJARNEGARA – Jika anak sering pipis dan haus, waspada jangan-jangan diabetes. 

Sekarang ini masih banyak orang yang masih percaya bahwa diabetes melitus hanya menyerang orang dewasa, padahal sebenarnya anak anak juga bisa terkena diabetes. 

Tanda yang mudah dikenali adalah sering pipis atau buang air kecil dan sering haus. 

Dokter spesialis anak Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr Aris Sunardi SpA pada dasarnya gejala diabetes pada anak sama seperti orang dewasa. 

“Di antaranya nafsu makan meningkat namun berat badan menurun, terlihat letih lesu, penglihatan kabur, dan jika muncul luka lama sembuhnya, dan kulit menghitam,” terang Aris Sunardi. 

Gejala Diabetes Melitus pada anak
Gejala Diabetes Melitus pada anak/P2PTM Kemenkes

Sering buang air kecil terjadi karena tubuh perlu membuang kadar gula berlebih dibuang melalui urine. 

Akibatnya anak menjadi sering merasa haus.  

BACA JUGA: KECENDERUNGAN KASUS DIABETES PADA ANAK MENINGKAT, GIMANA NIH

Sedangkan ciri kulit menghitam biasanya terjadi di area leher dan ketiak. 

Ini terjadi karena resistensi insulin yang menyebabkan kulit menghitam.

“Kondisi ini disebut akantosis nigrikans,” jelasnya.

Untuk pengobatan yang dilakukan pada penderita diabetes anak harus disesuaikan dengan jenis yang diderita anak. 

BACA JUGA: INI ENAM GEJALA DIABETES MELITUS PADA ANAK

Pada diabetes tipe 1, akan diberikan terapi insulin, sedangkan pada diabetes tipe 2, diberikan obat obatan antidiabetes dan bisa dengan terapi insulin. 

Diabetes Pada Anak
Cara mengendalikan diabetes melitus tipe 1 pada anak/p2ptm kemenkes

Untuk diketahui, diabetes tipe 1 adalah diabetes karena terjadinya kelainan autoimun, sistem kekebalan anak merusak atau menghancurkan pankreasnya sendiri sehingga fungsi pankreas terganggu. 

Ini bisa terjadi pada bayi, anak maupun dewasa.

Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan resistensi insulin, atau kondisi anak ketika sel sel tubuh anak kesulitan menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. 

BACA DEH  Arus Balik Lebaran 2024: Ratusan Ribu Kendaraan Berduyun-Duyun Memasuki Jakarta

BACA JUGA: Mengenal Diabetes Juvenile alias Diabetes Melitus Tipe 1 

“Diabetes ini biasanya terjadi pada anak usia di atas 10 tahun, atau remaja.  Orang tua kami minta membantu pola makan anak dan pola olahraga,” katanya.

Menurutnya diabetes yang terlambat ditangani akan menyebabkan komplikasi berat pada anak anak, yang bisa membahayakan anak. 

“Segera ke dokter anak, jika anak anak menunjukkan gejala diabetes pada anak,” tandas dia. 

 

Temukan Artikel Viral kami di Google News
Artikel Terkait
Terpopuler
Terbaru

Diplomasi Menjual Bahasa Indonesia Harus Intensif Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

TENTANGKITA.CO, ROMA -- Diplomasi publik untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi di dunia mendapatkan momentum. Bahkan...